BERITA TERKINI

Pemkab Kapuas Hulu Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Regulasi Persyaratan Dasar Perizinan Berusaha

×

Pemkab Kapuas Hulu Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Regulasi Persyaratan Dasar Perizinan Berusaha

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Bupati Kabupaten Kapuas Hulu yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Hulu Drs.Mohd Zaini,M.M memimpin rapat koordinasi percepatan penyusunan regulasi persyaratan dasar perizinan berusaha, penyelenggaraan layanan persetujuan bangunan gedung dan retribusi persetujuan bangunan gedung serta retribusi penggunaan tenaga kerja asing di ruang rapat Bupati Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kabar), Selasa (2/11/2021).

Sekretaris Daerah (Sekda) Drs.Mohd Zaini menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di daerah.

“Hadirnya PP tersebut, merupakan dasar kepastian hukum agar penyelenggaraan perizinan berusaha di daerah dilaksanakan secara terintegrasi berbasis elektronik berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat,” kata Sekda.

Dikatakan Sekda, berkaitan dengan hal itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menekankan peran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) dalam penyelenggaraaan izin usaha di daerah.

“Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah memberikan kepastian hukum dalam berusaha, meningkatkan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha serta menjaga kualitas perizinan yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga perlu didukung penyelenggaraan perizinan berusaha di daerah yang cepat, mudah, terintegrasi, transparan, efisien, efektif dan akuntabel,” ujar Sekda.

Dijelaskan Sekda, DPM-PTSP berperan melakukan monitoring, pengawasan dan pengendalian terhadap komitmen pemohon dalam proses izin usaha dan izin komersial operasional.

“Serta melakukan koordinasi dengan Perangkat Daerah terkait komitmen pemohon melalui Online Single Submission (OSS) dalam merespon setiap permohonan proses perizinan,” ucapnya.

Sementara itu, kegiatan non-perizinan di luar aturan perundang-undangan atau di luar PP Nomor 6 Tahun 2021, tidak dilakukan melalui sistem OSS.

“Untuk kegiatan non-perizinan berusaha yang tidak tertuang dalam peraturan perundang-undangan atau kegiatan usaha, Pelayanan Terpadu Satu Pintu melakukan proses non-perizinan tidak melalui sistem OSS,” bebernya.

Di samping itu kata Sekda, peran tersebut di atas DPM-PTSP juga berperan untuk dapat memberikan pertimbangan dalam membatalkan perizinan berusaha, sesuai dengan laporan masyarakat.

“Memberikan pertimbangan kepada lembaga Online Single Submission untuk mencabut membatalkan perizinan berusaha, berdasarkan atas laporan pengaduan masyarakat,” tambahnya.

Masih kata Sekda, PP Nomor 6 Tahun 2021 merupakan salah satu turunan dari UU Cipta Kerja. Diketahui, terdapat 45 Peraturan Pemerintah (PP) dan 4 Peraturan Presiden (Perpres) sebagai turunan UU Cipta Kerja.

“Dalam hal ini, Kemendagri terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk penyiapan dan penyesuaian dalam pelayanan perizinan di daerah melalui Sistem OSS, termasuk untuk penyiapan SDM, perangkat pendukung, serta penyesuaian Peraturan Daerah (Perda) terkait sebagaimana dimaksud dalam PP tersebut,” tandasnya.