MATTANEWS.CO, SULBAR – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Ali Baal Masdar hadiri peringatan Hari Anti Korupsi se- Dunia (Hakordia) 2021 secara virtual, dari Kantor Merah Putih, Jum’at (11/12/2021).
Peringatan Hakordia tahun ini mengusung tema “Satu Padu Bangun Budaya Anti Korupsi, di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kuningan, Jakarta Selatan yang dihadiri Presiden RI, Joko Widodo.
“Dalam sebuah survei nasional, November 2021, masyarakat menempatkan pemberantasan korupsi sebagai masalah kedua yang mendesak untuk diselesaikan,” kata Presiden RI, Joko Widodo
Diungkapkan Jokowi, masalah mendesak yang harus diselesaikan ialah lapangan kerja, pemberantasan korupsi dan harga kebutuhan pokok.
“Jika dilihat sebagai satu kesatuan, korupsi adalah pangkal masalah yang mengganggu terciptanya lapangan kerja, dan menaikkan harga kebutuhan pokok,” ungkapnya.
Menurutnya, survei tersebut menunjukkan masyarakat yang menilai baik dan buruk pemberantasan korupsi saat ini dalam proporsi seimbang.
“Yang menilai baik dan sangat baik mencapai 32,8 persen, sedang 28,6 persen dan yang menilai buruk serta sangat buruk 34,3 persen,” jelasnya.
Lanjutnya, indeks perilaku anti korupsi di masyarakat terus meningkat sejak 2019-2021 yakni 3,7 persen, 3,84 persen dan 3,88 persen.
“Seperti diketahui, Transparancy International Indonesia (TII) pada 28 Januari 2021 merilis Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia di Tahun 2020 menurun, yaitu 37 dari 40 di tahun 2019,” bebernya.
Dijelaskannya, peringkat Indonesia juga ikut menurun menjadi 85, dibandingkan pada 2019 berada di posisi 102 dari 180 negara yang disurvei.
“Skor IPK dari 0 berarti sangat korup dan 100 sangat bersih. IPK 2020 bersumber dari 9 survei global dan penilaian ahli, serta para pelaku usaha terkemuka untuk mengukur korupsi pada sektor publik di 180 negara dan teritori, periode Oktober 2019-2020,” terangnya
Ketua KPK RI, Firli Bahuri menyebutkan, pihaknya sudah mengeluarkan 109 surat perintah penyidikan sepanjang 2021.
“Dari jumlah tersebut KPK menetapkan 121 tersangka, dan kami terus membangkitkan budaya antikorupsi,” tutupnya. (*)














