MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Kepala Sekolah Dasar Kampung Dalem IV Muhadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan sangat optimis Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen akan dilaksanakan pada Febuari 2022.
Hal ini diungkapkan usai pelaksanaan Kick Off Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun yang ditinjau langsung Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., didampingi Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait di SD Kampung Dalem IV Kecamatan Tulungagung Kota, Selasa (4/1/2022) Pagi.
“Jadi begini, dari informasi saya terima apabila tidak ada kendala dan muncul kluster baru. Selain itu, dalam pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 sesuai target, maka Febuari nanti PTM bisa 100 persen,” kata Muhadi.
Muhadi yang juga Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung itu menambahkan, dalam launching vaksinasi untuk Kabupaten Tulungagung untuk anak usia 6-11 tahun, pertama kali diadakan di SD Kampung Dalem IV.
Keseluruhan peserta ada 800 siswa, mulai siswa kelas 1 sampai kelas 6 khusus yang belum divaksin.
“Satu hari ini berharap segera tuntas untuk vaksin tersebut,” tambahnya.
Pembelajaran tatap muka, Muhadi menjelaskan, saat ini masih dengan 50 persen jumlah siswa karena Tulungagung masih di level 2. Sedangkan lainnya, dengan belajar secara daring.
Namun demikian, jika memasuki level 1, maka pembelajaran dengan jumlah siswa 100 persen dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan.
“Kita akui dengan pembelajaran secara daring banyak kendala. Maka kita berharap vaksinasi anak dalam 10 hari ini bisa berjalan sukses. Sehingga, akan diberlakukan pembelajaran tatap muka 100 persen,” terangnya.
Lebih dalam Muhadi memaparkan, jika memang pembelajaran tatap muka 100 persen dengan skema dalam 1 minggu ada 6 kali pertemuan dan per 1 hari dengan durasi 6 jam maksimal.
“Iya benar, tapi tetap menunggu kajian lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan Satgas Gugus Kabupaten,” paparnya.
“Berharap dengan pelaksanaan vaksinasi ini tidak ada penyebaran dan kluster baru sehingga Covid-19 sudah tidak ada lagi, sehingga sesuai harapan para guru dan peserta didik dan orang tua sehingga pembelajaran tatap muka bisa 100 persen,” pungkasnya.
Tempat sama, Frandika Prayoga Putra Ananta salah satu siswa kelas 2D yang barusan selesai mengikuti vaksinasi mengatakan demi menciptakan kekebalan ditubuh berkenan disuntik vaksin dosis satu sinovac.
“Tidak, saya tidak menangis tapi jujur saja awal memang takut,” katanya.
“Alhamdulilah, usai disuntik sama ibu guru diberi hadiah ice cream,” sambungnya.















