BeritaBERITA TERKINIEKONOMI & BISNISNUSANTARA

Perusahan Kelapa Sawit RC Region Sejiram: Perusahaan Bebas Karhutla 2026

×

Perusahan Kelapa Sawit RC Region Sejiram: Perusahaan Bebas Karhutla 2026

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Sinergi tiga perusahaan perkebunan, pemerintah daerah, aparat, tokoh adat dan masyarakat di Region Sejiram kembali diperkuat melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla 2026.

Untuk diketahui kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis 20-21 Mei 2026, di Club House PT Anugerah Makmur Sejati dan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama.

Region Controller RC Region Sejiram, Bpk. Ismanto Aribowo menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan dini dlm mengantisipasi karhutla serta meningkatkan keterampilan karyawan.

“Komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan dan karyawan diwujudkan dengan mengadakan pelatihan bersama Manggala Agni dalam mendukung dan berpartisipasi pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

*Apel Siaga dan Rangkaian Sambutan Perkuat Sinergi*

Kegiatan diawali dengan Apel Siaga Karhutla yang dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu. Apel diikuti seluruh peserta dari perusahaan, pemerintah, tokoh adat dan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini PT Anugerah Makmur Sejati, PT Dutanusa Lestari, PT Primanusa Mitraserasi, bersama BPBD Kapuas Hulu, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Pertanahan Lingkungan Hidup DPRKPPLH, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan UPT Perkebunan, dan Manggala Agni Daops Semitau.

Muspika dan tokoh adat dan masyarakat dari Kecamatan Seberuang, Semitau, Silat Hulu, dan Silat Hilir juga ambil bagian, menunjukkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan gotong royong lintas sektor.

Camat Silat Hilir, Edy Suarta mengapresiasi langkah perusahaan menggelar sosialisasi dan pelatihan karhutla.

“Dengan adanya ini semoga masyarakat bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

*Peringatan Dampak Karhutla dan Larangan Buka Lahan dengan Membakar*

Kepala Bidang Lingkungan Hidup DPRKPPLH Kapuas Hulu, Mawardi menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dan karyawan untuk menjaga lingkungan.

“Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan titik api, “kata Mawardi

Tak hanya itu, jika kebakaran terjadi, dampaknya meliputi kabut asap berbahaya.

“Dari kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi, gangguan aktivitas, dan sanksi hukum bagi pelaku,” jelas Mawardi.

Hal senada disampaikan Julias Sofiar Kepala Bidang Perkebunan Analis P.A.M
Dinas Pertanian, Pangan dan Perkebunan Kapuas Hulu mengatakan pembukaan lahan dengan cara membakar pada prinsipnya dilarang, kecuali secara terbatas dan terkendali sesuai syarat yang berlaku.

“Setiap kegiatan pembakaran wajib dilaporkan dan mendapat persetujuan dari pemerintah desa agar dapat diawasi, sehingga tidak menimbulkan kebakaran meluas, kabut asap, kerusakan lingkungan, serta sanksi hukum bagi pelanggar,” tegasnya.

*Manggala Agni: Peran Aktif Masyarakat Jadi Kunci*

Staf Manggala Agni Daops Semitau, Arifin menekankan peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan karhutla.

“Masyarakat harus tidak membuka lahan secara membakar, meningkatkan kewaspadaan saat musim kemarau, serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api,” ujar Arifin

Kemudian, setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran harus sesuai peraturan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa.

“Tujuannya menghindari dampak kabut asap, kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, serta sanksi hukum, “tuturnya.

Arifin, menambahkan bahwa 90% penyebab kebakaran lahan dipicu aktivitas manusia.

“Puntung rokok yang dibuang sembarangan saja bisa memicu kebakaran besar yang merugikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujar Arifin.

*Pelatihan 3 Pilar dan Komitmen Region Sejiram Bebas Karhutla 2026*

Edy, Staf Manggala Agni menyampaikan
peserta dilatih berdasarkan tiga pilar utama pencegahan, pemadaman, dan penanganan pascakebakaran.

“Materi mencakup edukasi, simulasi kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, teknik penggunaan peralatan, formasi tim, dan strategi respons cepat, “bebernya.

Kemudian, target operasional ditetapkan tim tiba di lokasi maksimal dua jam sejak titik api terdeteksi, dan mengendalikan api dalam 24 jam sesuai kondisi lapangan.

Edy, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

“Dengan program pelatihan ini, kami memanfaatkan teknologi untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, meningkatkan kesadaran akan dampaknya, serta menjaga masa depan bersama,” katanya.

RC Region Sejiram, Ismanto Aribowo menambahkan kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh peserta.

“Sejak 2021, Region Sejiram telah bekerja sama dengan Manggala Agni menggelar program pelatihan karhutla berkelanjutan, “terang Ismanto.

Ismanto berharap dengan sinergi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, PT AMS, PT PMS, dan PT DNL menegaskan komitmen melindungi lingkungan.

“Serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla di seluruh area operasional Region Sejiram, “tutup Ismanto. (*)