PENDIDIKAN

Pelajar SMAN 3 Unggulan Kayuagung OKI Terpilih Kibarkan Bendera Pusaka di Istana Negara

×

Pelajar SMAN 3 Unggulan Kayuagung OKI Terpilih Kibarkan Bendera Pusaka di Istana Negara

Sebarkan artikel ini

Reporter : Asni

OKI, Mattanews.co – Terpilihnya Salah seorang siswa SMAN 3 Unggulan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Dimas Triyono Putra akan menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Nasional 2019 sebuah kebanggaan. Dimas bersama putra-putri terbaik Indonesia lainnya akan mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara Jakarta, 17 Agustus 2019 mendatang, bersamaan HUT RI ke 74 tahun.

Terpilihnya Dimas setelah menyisihkan 51 pelajar terbaik se-Sumsel yang mengikuti seleksi ketat Paskibraka Nasional di Wisma Atlet Palembang sejak April lalu.

“Setiap Kabupaten/Kota diutus tiga pasang pelajar untuk dipilih satu pasang mewakili Sumsel. Untuk putra terpilih perwakilan dari OKI dan putri dari Banyuasin,” ungkap Ihsanul Amri, Ketua Purna Paskibraka Indonesia OKI saat beraudiensi dengan Bupati Iskandar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Kayuagung, Senin (22/07/2019).

Bupati OKI Iskandar mengungkapkan kebanggaannya terhadap Dimas yang membawa nama baik Kabupaten Ogan Komering Ilir ke kancah Nasional.

“Saya bangga, putra OKI terpilih mewakili Sumatera Selatan, jadikan motivasi agar semakin sukses kedepan,” katanya.

Bupati juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga kesehatan karena harus mengikuti berbagai latihan yang memerlukan stamina yang bagus selama di Jakarta.

“Agar ananda menjaga kesehatan dan stamina agar siap nanti mengibarkan bendera di Istana,” pesannya.

Kesempatan langka menjadi Paskibraka Nasional bukan hal yang mudah bagi putra Bungsu pasangan Sugiono dan Ibu Anita ini. Demi menggapai keinginannya itu ia mengikuti ekstra kulikuler baris berbaris di sekolahnya. Karena kegigihan dan keseriusan pula Dimas lulus seleksi ditingkat Kabupaten, tingkat provinsi Sumsel dan lolos seleksi Nasional.

“Harus melewati berbagai macam test kemampuan fisik dan tes tulis. Dan Alhamdulillah mendapatkan peringkat pertama dari peserta se-Sumsel,” kata Dimas.

Meskipun sudah dari kecil aktif berolahraga, tantangan paling sulit menurut Dimas saat tes fisik.

“Tes fisiknya seperti sit up. Saat tes sit up, nilai yang dicapai 100 dengan 55 kali hitungan,” tutur pelajar yang memiliki tinggi 178,5 cm itu.

Dimas merasa bersyukur dapat menjadi bagian Paskibraka Nasional 2019. Mulai 25 Juli besok dia bersama perwakilan se-Indonesia akan menjalani masa karantina.

“Saya bersyukur dan mempersiapkan diri. Tidak sabar menanti 17 Agustus mendatang sebab saya ingin bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo,” pungkasnya.

Editor : Anang