BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Ini Penampakan Mega Proyek Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya

×

Ini Penampakan Mega Proyek Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, BABEL – Mega Proyek Pembangunan Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya (KISS) yang diklaim akan menelan dana hingga Rp 100 triliun, yang pengerjaannya dimulai sejak awal tahun 2020 dengan target penyelesaian tahun 2024 nanti, sepertinya akan menjadi proyek gagal total, Senin (18/4/2022).

Berdasarkan liputan wartawan dilapangan, Rabu (13/4/22) progres pembangunan KISS tidak terlihat adanya kemajuan yang signifikan. Justru sebaliknya, kondisi jalan yang dulunya sudah rata, namun saat ini kondisinya justru dipenuhi tumpukan tanah galian di kanan kiri sepanjang jalan.

Demikian halnya dengan pembangunan gedungnya. Tak ada satu pun gedung yang berdiri di tengah kawasan melainkan hanya sebuah gudang yang diisi dengan sejumlah material. Sementara terlihat sekelompok kecil pekerja yang sedang istirahat, tidak sedang melakukan kegiatan.

Terkait dengan kondisi Mega Proyek Pembangunan KISS ini, media ini mencoba meminta penjelasan Sekda Bangka Selatan, Edy Supriyadi, namun Edy dalam pesan WAnya mengatakan dirinya belum bisa berkomentar, perlu waktu untuk cek dan ricek.
“Siap berkaitan dengan KISS Sadai ini perlu waktu untuk cek n ricek, belum bisa komentar, mohon maaf,” ujarnya.

Sebelumnya, Mega Proyek Pembangunan KISS ini diklaim oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan merupakan inovasi Pengembangan Kawasan Industri Sadai.

Justiar Noer, ketika di wawancarai pada tahun 2020 lalu, me­ngisahkan perjuangan panjang dirinya untuk mewujudkan inovasi pengembangan kawasan Industri Sadai seperti dikutip Bangka Pos beberapa waktu lalu.

“Banyak orang yang bertanya-tanya dan meragukan, proyek de­ngan nilai triliunan, dana APBD sangat kecil, ini tidak mungkin. Memang ba­nyak teman-teman se-Babel yang bertanya bahwa ba­nyak biaya yang dikeluarkan pemerintah, padahal saya sudah memikirkan jauh dan bahwa saya se­betulnya tidak mengeluarkan biaya. Saya hanya membuat untuk infrastruktur awal, mi­salkan jalan nasional kita buka dulu kemudian selanjutnya pemerintah pusat, Ini inovasi yang harus kita buat. Dan Alhamdulillah bahwa perjuangan kita untuk menjadikan Bangka Selatan khususnya Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya masuk Proyek Strategis Nasional. Kita membangun Bangka Belitung dari Bangka Selatan,” ungkap Mantan Bupati Bangka Selatan ini.

Menurut Justiar Nur, Badan Perencanaan Pemba­ngunan Nasional (Bappenas) RI memasukkan Kawasan Industri (KI) Sadai di Kabupaten Bangka Selatan dalam proyek strategis nasional (PSN) 2020. Bahkan, KI Sadai, satu-satunya usulan dari Provinsi Ke­pulauan Bangka Belitung yang diterima tanpa catatan dari 10 program yang diusulkan karena semua dokumen pendukung sudah memenuhi.

Rancangan pengembang­an Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya (KISS) telah mendapat persetujuan peme­rintah pusat. Dari 19 proyek kawasan industri prioritas di luar pulau Jawa yang akan dibangun dan dikembangkan selama kurun waktu 2020 – 2024 mendatang, termasuk Kawasan Industri Sadai/KISS di Sadai, Bangka Selatan, Bangka Belitung. KI Sadai masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024 sekaligus menjadi prioritas Proyek Strategis Nasional. Bahkan Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer menargetkan “Groundbreaking” di awal tahun 2020.

Menurut Justiar sektor industri mampu mendongkrak perekonomian Bangka Selatan kedepannya. Karena kata Justiar, jika berharap dari APBD maka sulit tercapai. Oleh sebab itu perlu inovasi pembangunan berbasis kawasan, salah satunya kawasan industri.

“Kalau pembangunan lewat APBD kita hanya Rp 0,8 triliun per tahun, kalau 2025 kita bisa masuk 100 triliun itu berapa kali masa bupati atau berapa tahun masa bupati kita yang setiap tahun hanya 0,8 triliun. Jadi bagaimana kita mempercepat pembangunan agar masyarakat dapat menikmati, jangan berpikir terlalu pendek kita perlu berpikir jauh kedepan dan tentunya perlu proses. Kita perlu inovasi untuk perkembangan ekonomi jangka panjang,” ung­kap Justiar Noer.

Nilai Investasi di Kawasan Industri Sadai dan sekitarnya (KI Sadai) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diproyeksikan pada tahun 2025 mencapai Rp 100 Triliun.

“Berdasarkan kalkulasi sampai tahun 2025 nilai investasi KISS (Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya) sekitar Rp 100T, itu sampai tahun 2025. Kalau sampai tahun 2045 tinggal nikmati hasilnya saja kita,” ujar Justiar Noer kala itu.