NUSANTARA

Proyek Drainase Puluhan Juta Desa Kota Galuh 2017 Terkesan Mubazir

×

Proyek Drainase Puluhan Juta Desa Kota Galuh 2017 Terkesan Mubazir

Sebarkan artikel ini

Reporter : M Sidik

SERGAI, SUMATERA UTARA, Mattanews.co – Proyek pembangunan saluran irigasi (Drainase) tahun anggaran tahun 2017 yang berasal dari sumber Dana Desa (DD) menelan biaya mencapai puluhan juta rupiah dengan lokasi Dusun I, Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Sergai. Kini terkesan mubazir.

Pasalnya, proyek pembangunan drainase yang baru dikerjakan dua tahun lalu, kini sudah terlihat dihancurkan sehingga anggaran Dana Desa tahun 2017, di Desa Kota Galuh terkesan mubazir akibat adanya pembangunan sebuah ruko di Jalan Amir Hamzah lintas Kabupaten.

Hasil yang dihimpun Mattanews.co, senin (05/08/2019), terlihat pembangunan drainase yang baru dikerjakan tahun 2017 dengan menggunakan Dana Desa terlihat sudah tidak seperti saluran irigasi. Bahkan proyek irigasi tersebut yang dibangun oleh pemerintah Desa Kota Galuh sekarang ini sudah terlihat seperti tidak ada saluran irigasi tersebut.

Bahkan menurut informasi masyarakat sekitar bahwa proyek irigasi tersebut cukup besar anggaranya yang mencapai puluhan juta dengan panjang maksimal kurang lebih 30 meter. Kini sudah terlihat seperti ditelan bumi alias hilang pembangunan irigasi tersebut akibat adanya pembangunan ruko.

Sehingga masyarakat yang berdomisinil di lokasi tersebut sangat terganggu jika saluran irigasi tersebut dihilangkan, karna sebelumnya tidak ada saluran irigasi lokasi tersebut  rumah warga saat musim hujan sering mengalami kebanjiran.

Dikatakan Nanda (26) salah satu warga kota Galuh kepada wartawan ini, jika awalnya tidak seperti biasanya air di depan rumahnya meluap, bahkan setelah hujan turun parit didepan rumahnya tak kunjung surut. “Rupanya setelah diketahui bangunan irigasi tersebut rusak,” kata nanda merupakan yang tak jauh dari bangunan tersebut.

Menurut nanda, kita tidak tahu kalau bangunan drainase tersebut telah rusak  dan tidak berfungsi lagi. “Ternyata rusaknya karna bangunan tersebut sehingga aliran parit tersebut tidak berfungsi atau mampet,” ungkap Nanda dengan nada kesal.

Akibat dengan rusaknya bangunan dreanase serta tak berfungsi air parit menimbul kan bauk yang tak sedap dan nyamuk semangkin banyak. Nanda menuturkan bahwa bangunan dreanase itu rusak tidak terpakai lagi sudah berjalan lebih kurangnya 30 hari namun hingga hari ini bangunan tersebut belum juga di perbaiki

“Kepada pemerintahan desa kota Galuh agar segera menindak lanjuti hal tersebut secara tegas akan perusakan bangunan pemerintah tersebut,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa (Kades) Kota Galuh Heriansyah ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan jika saluran irigasi tersebut sekarang tertutup karena tanah milik orang tersebut telah terjual  oleh ahli waris pemilik utama alm nek bulat kepada orang bernama ahok warga perbaungan.

“Pemerintahan desa telah ada kesepakatan dengan pihak pembangun untuk membangun kembali bangunan dreanase hal  tersebut dengan diketahui beberapa saksi antara lain mantan lurah simpang tiga pekan dikantor desa kota Galuh,” jelasnya.

Editor : Anang