BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Tangis Haru Pecah di Aula Alambhana: Syukuran HUT ke-43, Letkol Andreas Prabowo Tegaskan “Ultah Ini Bukan Pesta, Tapi Janji Pengabdian”

×

Tangis Haru Pecah di Aula Alambhana: Syukuran HUT ke-43, Letkol Andreas Prabowo Tegaskan “Ultah Ini Bukan Pesta, Tapi Janji Pengabdian”

Sebarkan artikel ini

MATTANES,CO, KAPUAS HULU – Minggu pagi, 3 Mei 2026, Aula Alambhana Makodim 1206/Putussibau tak seperti biasa. Bukan suara baris-berbaris atau instruksi taktis yang menggema. Hari itu, doa yang melantun. Air mata haru yang menetes. Dan janji pengabdian seorang Komandan yang diikrarkan di hadapan prajurit serta keluarganya.

Kodim 1206/Putussibau menggelar syukuran ulang tahun ke-43 Komandan Kodim Letkol Arm Andreas Prabowo Putro. Namun ini bukan pesta. Ini adalah sumpah seorang penjaga perbatasan untuk terus setia pada Merah Putih.

“Saya tidak rayakan usia. Saya rayakan amanah. Di usia 43 ini, saya bertanya pada diri sendiri: sudah cukupkah baktiku untuk Kapuas Hulu? Untuk Indonesia?” ucap Letkol Andreas dengan suara bergetar, disambut hening para hadirin.

*Doa Pendeta GKE Setiono Buka Langit, Prajurit Tertunduk Khidmat*

Acara dibuka pukul 09.00 WIB. Pendeta GKE Setiono memimpin doa bersama. “Tuhan, berkatilah pemimpin kami. Kuatkan pundaknya memikul tugas negara di beranda negeri. Lindungi keluarganya yang rela melepas suami dan ayah demi tugas,” ucapnya.

Seluruh hadirin menunduk. Kasdim Mayor Inf Eriyadi Esnurdin, para Pasi Kodim, puluhan anggota TNI, Ketua Persit Ny. Fanny Andreas, Wakil Ketua Persit Ny. Eriyadi, pengurus Persit KCK Cabang L, hingga rekan Media Sahabat Kodim 1206/Psb larut dalam khidmat.

Saat doa berakhir, tak sedikit mata yang berkaca-kaca. Sebab mereka tahu: menjadi Dandim di Kapuas Hulu berarti siap jauh dari gemerlap, siap siaga 24 jam di garis batas negara.

*“Terima Kasih untuk Kejutan dan Doa”: Dandim Bicara Soal Refleksi, Bukan Euforia*

Di podium, Letkol Andreas Prabowo tak bicara soal pencapaian. Ia bicara soal refleksi.

“Terima kasih atas perhatian, kejutan, dan doa seluruh anggota. Tapi jujur, saya malu. Di luar sana, masih banyak masyarakat perbatasan yang hidup susah. Lantas apa yang sudah saya beri?”

Suasana hening. “Kegiatan ini bukan sekadar perayaan. Ini ajang pererat silaturahmi. Ini alarm untuk tingkatkan solidaritas. Sebab musuh kita bukan hanya di seberang batas, tapi juga perpecahan di dalam,” tegasnya, disambut tepuk tangan bergemuruh.

Bagi Letkol Andreas, usia 43 adalah momentum. “Ini saatnya tingkatkan kinerja, dedikasi, dan pengabdian. Kapuas Hulu adalah rumah kedua saya. Rakyat di sini adalah keluarga saya.”

*Potongan Tumpeng Pertama untuk Istri: “Di Balik Lencana, Ada Air Mata yang Menguatkan”*

Detik paling menggetarkan tiba. Letkol Andreas potong tumpeng syukuran. Tapi potongan pertama bukan untuk dirinya. Dengan langkah pelan, ia hampiri sang istri, Ketua Persit KCK Cabang L Dim 1206/Psb, Ny. Fanny Andreas.

“Untuk ibu dari anak-anakku. Untuk wanita yang rela tidur sendiri karena suaminya patroli. Untuk Persit yang jadi benteng kedua Kodim,” ucapnya sambil menyerahkan tumpeng. Ny. Fanny tak kuasa menahan tangis. Pelukannya pada sang Dandim bikin seluruh aula ikut berkaca-kaca.

“Ini simbol,” bisik seorang jurnalis kepada rekan. “Di balik lencana dan pangkat, ada air mata istri yang menguatkan. Tanpa Persit, TNI tidak ada apa-apanya.”

*Ramah Tamah Tanpa Sekat: Jenderal Rasa, Prajurit Rasa, Semua Satu Keluarga*

Usai seremoni, sekat pangkat runtuh. Dandim, Kasdim, Pasi, Bintara, Tamtama, Persit, semua duduk. Makan bersama. Tertawa bersama. Cerita bersama.

“Di lapangan kami Komandan dan anak buah. Di sini kami keluarga. Kalau keluarga solid, tugas negara seberat apapun jadi ringan,” kata seorang anggota Unit Intel sambil menyuap nasi.

Acara ditutup doa pukul 11.30 WIB. Namun gema pesannya masih terngiang: soliditas adalah senjata utama menjaga perbatasan.

*Makna di Balik Syukuran: Dari Alambhana untuk Indonesia*

Letkol Arm Andreas Prabowo Putro mengatakan syukuran HUT ke-43 ini mengirim pesan kuat. Bahwa di ujung Kalimantan, ada penjaga negeri yang tak minta dirayakan, tapi minta didoakan.

“Ada pemimpin yang tak haus pujian, tapi haus pengabdian, “tuturnya.

Tak hanya itu, kata Dandim melalui kegiatan ini, Kodim 1206 Putussibau ingin pastikan satu hal.

“Hubungan antar anggota makin harmonis, semangat kebersamaan makin membara, dan tugas TNI menjaga NKRI di Kapuas Hulu makin kokoh, “tutup Dandim