BERITA TERKINISPORT

Dari Hobi Jadi Misi: Didi Yanto Buka Jalan Pemain Muda Sumsel ke Level Nasional

×

Dari Hobi Jadi Misi: Didi Yanto Buka Jalan Pemain Muda Sumsel ke Level Nasional

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Keberhasilan Sumsel United U-19 menembus babak delapan besar kompetisi bergengsi Elite Pro Academy (EPA) Championship U-19 2026 tak lepas dari peran manajer muda visioner, Didi Yanto.

Pria kelahiran Lampung, 9 Januari 1991 itu hadir membawa angin segar bagi ekosistem sepak bola di Sumatera Selatan. Baginya, mengelola Sumsel United U-19 bukan sekadar tugas manajerial, melainkan sebuah misi sosial.

Didi ingin memutus rantai kendala finansial yang selama ini kerap menghambat talenta lokal menembus level nasional.

Salah satu terobosan yang ia lakukan adalah menghapus biaya bagi pemain untuk berlaga di EPA. Selama ini, stigma bahwa bermain di EPA harus mengeluarkan biaya menjadi penghalang bagi banyak pemain berbakat dari keluarga sederhana.

“Alasan utama saya bergabung adalah ingin mengembangkan talenta muda Sumsel. Di Sumsel United U-19, anak-anak bisa bermain di tingkat nasional secara gratis, bahkan mendapatkan uang saku dan fasilitas latihan. Saya ingin memastikan kesempatan berprestasi ditentukan oleh kualitas dan kerja keras, bukan kemampuan finansial,” tegas Didi.

Ia menilai EPA merupakan kawah candradimuka bagi PSSI dalam menjaring bibit unggul. Karena itu, Didi berharap Sumsel United U-19 dapat menjadi jembatan bagi putra daerah menuju Tim Nasional Indonesia.

“Harapan saya, pemain dari EPA ini bisa promosi ke tim senior. Kita butuh pembinaan berjenjang di berbagai kelompok umur agar ke depan lahir pemain Timnas dari Sumsel,” ujarnya.

Kecintaan Didi terhadap sepak bola memang bukan hal baru. Sebelum dipercaya menukangi Sumsel United U-19, pengusaha properti ini telah lama aktif membina klub dan sekolah sepak bola (SSB) miliknya, KMP Bumara FC.

Komitmennya juga terlihat dari rencana ambisius membangun lapangan sintetis pertama di Sumatera Selatan dengan standar internasional.

“Memang saya ini ‘gila bola’. Ke depan, saya ingin memperkuat fondasi pembinaan dengan menghadirkan fasilitas yang memadai. Salah satunya lapangan sintetis berstandar internasional untuk mendukung bibit-bibit muda kita,” katanya.

Jika rencana tersebut terealisasi, bukan tidak mungkin pengembangan talenta sepak bola di Sumsel akan berjalan seiring dengan pertumbuhan industri sepak bola yang lebih profesional.

“Sebagai pengusaha tentu saya punya perhitungan. Tapi saya yakin pembinaan akan jauh lebih maksimal jika didukung fasilitas yang memadai,” tutupnya.