MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG- Peran orang tua sangat penting dalam penanganan stunting, selain dari pemerintah. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Tamiang, H.T.Insyafuddin ST dalam kegiatan rekonsiliasi stunting tingkat Kabupaten Aceh Tamiang. Yang diselenggarakan diaula kantor Bappeda setempat, Senin (23/5/22).
“Pemerintah Daerah sangat fokus dalam penanganan stunting, meskipun harus turun kelapangan dalam memberikan edukasi kepada orang tua,”ucapnya.
Tentunya kata Wakil Bupati, Pemerintah Daerah mengajak seluruh stacholder maupun element masyarakat dalam memberikan edukasi serta pemahaman terkait penanggulangan penyakit stunting.
“Kalau dilihat, berdasarkan data hasil Studi Status Gizi Indonesia (SGGI) tahun 2021, prevalensi stunting Kabupaten Aceh Tamiang masih mencapai 30,8%. sedangkan menurut WHO, batasan prevalensi stunting suatu wilayah adalah sebesar 20%,”paparnya.
Kendati demikian, sambung Insyafuddin, memperhatikan asupan makanan dan nutrisi anak-anak merupakan kunci utama dalam memutuskan mata rantai stunting dan yang perlu dihindari oleh anak-anak yaitu makan makanan diluar atau jajanan yang belum memiliki standar nutrisi dan sehat.
“Yang perlu diketahui, prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Tamiang masih tinggi. Pada tahun ini, Aceh Tamiang termasuk dalam 100 Kabupaten/Kota prioritas nasional dalam upaya pencegahan stunting, sementara ditahun 2021angka stunting Aceh mencapai 33,18% dan masuk dalam 7 (tujuh) provinsi dengan urutan ke 3 kasus stunting tertinggi di Indonesia,”ungkap Wakil Bupati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri, DPMKPPKB, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas PUPR, BKKBN Aceh, serta organisasi atau profesi seperti IpeKB, dan para dokter spesialis anak dan spesialis kebidanan dan penyakit kandungan.














