BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Menyamar Jadi Aparat, Erwin Sukses Gelapkan 12 Sepeda Motor

×

Menyamar Jadi Aparat, Erwin Sukses Gelapkan 12 Sepeda Motor

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Guna meyakinkan targetnya, Erwin Kusuma alias Erwin (53) menyamar sebagai aparat TNI. Tak hanya itu, warga Jalan Bero Jaya Timur, Kelurahan Bero Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga kerap menyamar sebagai guru ataupun pejabat pemerintah, hanya untuk mengelabui korbannya. Alhasil, 12 sepeda motor sukses dibawa kabur dan dijualnya, Senin (4/7/2022).

“Awalnya kita tangkap tersangka, saat bersih tegang dengan salah satu korbannya, RO, di Jalan Sersan Sani, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning. Setelah dilakukan interogasi dan pengembangan, terungkaplah bahwa dia sudah mengelapkan beberapa unit sepeda motor,” jelas Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhammad Ngajib didampingi Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi, Kasat Reserse Narkoba, Kompol Mario Ivanry dan Kapolsek Kemuning, AKP Fitri, saat press release.

Kapolrestabes Palembang menjelaskan, tersangka ini merupakan residivis dan sudah ahli dalam bidangnya.

“Dia ini residivis, terakhir tahun 2020 dia keluar dari Rutan Jambi, lantaran perkara yang sama dan pencurian dengan pemberatan (curat). Dari catatan kami, tersangka ini sudah melakukan penggelapan di 12 lokasi, enam diantaranya masuk wilkum Kemuning, sisanya di wilkum IB 1, IT 2, Sukarami, SU I dan Gandus,” kini kami masih kembangkan lagi untuk TKP lainnya,” ungkap Kombes Pol M Ngajib.

Dari tangan tersangka, lanjut orang nomor satu di Polrestabes itu, petugas turut menyita tujuh unit sepeda motor, Kaos loreng TNI, sepatu dinas TNI, ikat pinggang, jaket dan sejumlah uang tunai.

“Jadi modus yang sering digunakan tersangka, tidak lain mengaku sebagai aparat, dengan menggunakan baju TNI dan atributnya, meminjam sepeda motor korban dengan alasan mau mengambil uang sebentar di ATM. Tidak hanya mengaku sebagai aparat, dia juga mengaku sebagai pejabat, guru atau yang lainnya,” beber Kapolres.

Usai press release, sepeda motor yang diamankan petugas langsung dikembalikan kepada pemilik sahnya (korban_red).

Kepada petugas, tersangka ini mengaku selalu menjual sepeda motor hasil kejahatannya dengan harga kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

“Uangnya habis untuk makan pak. Saya jual motor-motor itu biasanya Rp 2 juta,” ujarnya tertunduk.

korban RO, mengucapkan terima kasih atas kerja keras aparat kepolisian, sehingga dirinya gagal kehilangan sepeda motor.

“Saya ucapkan terima kasih untuk polisi, khususnya Polsek Kemuning yang telah membantu kami. Dengan begini, saya tidak jadi kehilangan sepeda motor. Semoga bapak polisi, selalu diberkahi kesuksesan dan keberkahan,” tuturnya.

Senada diungkapkan korban Rini Dwita.

“Kami ucapkan terima kasih untuk bapak-bapak polisi disini, tanpa bantuan mereka mungkin motor kami sudah melayang. Semoga Allah membalas kebaikan bapak polisi, selalu dalam lindungan Allah dan sukses dalam karirnya,” tukas Rini.