NUSANTARA

Mahasiswa STIA Asy Syafi’iyah Fakfak ikuti Penyuluhan Penanggulangan Narkoba

×

Mahasiswa STIA Asy Syafi’iyah Fakfak ikuti Penyuluhan Penanggulangan Narkoba

Sebarkan artikel ini

Reporter : Mokhsen

PAPUA, Mattanews.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Fakfak melaksanakan penyuluhan terhadap puluhan Mahasiswa STIA ASY SYAFI’IYAH Fakfak tentang penanggulangan Narkoba dan PMS di gedung Winder Tuare, Jumat (06/09/2019)

Terpantau media ini, Kepala DP3AP2KB Lina Surjani SH.MM, hadir langsung dalam pelaksanaan kegiatan yang di dampingi Sekretaris A. Jeane Montolalu SE dan Kasubag Program Dewi Yanti Rengen S.STP.M.SI serta beberapa Staf lainnya.

Pada kesempatan itu, 2 narasumber yang dipercayakan dalam penyuluhan Narkoba dan penyakit menular seksual (PMS), diantaranya Rudolf Michael dan Elsina De Fretes.

Materi pertama di awali dengan Penyuluhan Narkoba yang di bawakan oleh Rudolf Michael. “Narkoba belakangan ini amat populer dikalangan remaja dan generasi muda bangsa Indonesia,” ujar dia.

Menurutnya, diketahui bersama bahwa penyalahgunaan narkoba telah merebak kesemua lingkungan bukan hanya kalangan anak anak nakal dan preman tetapi telah memasuki lingkungan kampus dan lingkungan terhormat lainnya.

Rudolf Michael yang juga merupakan staf khusus Bupati itu menuturkan jika Narkoba saat ini banyak dijumpai dikalangan remaja dan generasi muda dalam bentuk kapsul, tablet, sabu, pil dan bentuk lainnya yang dapat membahayakan masa depan generasi muda.

“Akibat leluasanya narkoba secara umum dapat mengakibatkan gangguan mental dan pergaulan bebas serta pada gilirannya merusak masa depan bangsa,” ungkapnya.

Dikesempatan itu juga Rudolf memberikan beberapa tips tentang penanggulangan Narkoba serta kesimpulan dari paparan meterinya yakni Narkotika merupakan ancaman yang serius telah melanda seluruh generasi, mulai dari sekolah dasar hingga seluruh kalangan.

Rudolf mengajak kepada semua mahasiswa dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan harus berani mengatakan Tidak terhadap Narkoba.

“Sebagai mahasiswa, generasi muda, kita patut mengapresiasi kegiatan ibu-ibu dari pemberdayaan perempuan yang telah membuat acara,” ungkapnya.

Kegiatan penyuluhan diakhiri Rudolf dengan sebuah pesan moral untuk dapat di renungkan bersama dalam mengapresiasi terhadap kegiatan ini.

“Seorang ibu akan terus menyayangi anaknya, walaupun anaknya tumbuh dewasa dan menua, tetapi seorang anak yang sudah dewasa dan berkeluarga belum tentu sanggup untuk merawat ibunya yang sudah menua dan tidak berdaya,” tutupnya.

Editor : Anang