Reporter : Adi
PALEMBANG, Mattanews.co – Program sekolah Adiwiyata merupakan bentuk penanaman sikap berbudaya lingkungan di kalangan siswa sekolah. Dari siswa inilah akan menyadari pentingnya menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya. Jadi bukan semata sekolah menjadi bersih dan rindang semata tapi lebih kepada pembangunan mental siswa untuk menjaga lingkungan dan mengolah alam sekitarnya.
“Semua mata pelajaran masuk pengetahuan tentang lingkungan. Jadi setiap guru yang mengajar wajib memasukkan minimal satu kali pelajaran lingkungan dalam rumusan RPPnya,” kata kepala SMPN 19 Palembang Drs Maju P Simanjuntak MSi saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (07/09/2019).
Ia berkata seperti pelajaran Matematika, ada ilmu mengenai alam di dalamnya. Seperti mengukur tinggi sebuah pohon. Melalui rumus maka akan dapat mengukur tinggi pohon itu. Tentu pertama kita ketahui dulu sudut dasar pohon itu. Kemudian jika sudah dapat sudut miring yang pas maka tinggi pohon tersebut bisa ditentukan. Ada juga pelajaran agama yang tentu saja di dalamnya banyak tertuang ayat-ayat suci yang menyatakan menjaga lingkungan sebagian dari keyakinan terhadap Tuhan.
“Melalui mata pelajaran siswa sudah mengetahui mengenai dasar dalam menjaga kebersihan,” ucapnya.
Bahkan ada mata pelajaran yang khusus mengajarkan bagaimana mengolah sampah. Seperti pelajaran pra karya dan Seni Budaya. Pada Mapel ini siswa akan bisa mengolah sampah plastik menjadi sampah yang bernilai ekonomis atau dapat dijual. Tak ketinggalan juga sampah organik juga diolah disini. Ya tentu saja siswa langsung yang megolahnya menjadi pupuk. Pertama siswa akan mencacah sampah yang sudah ada. Kemudian dimasukkan dalam bak penampungan setelah ditambahkan air dan garam untuk menguraikannya.
Ada empat bak penampungan hasil cacahan dimana satu bak lamanya selama seminggu. Setelah ditampung satu mingguan kemudian di bak sebelahnya selama satu mingguan juga. Jadi setelah satu bulan di dapatkan pupuk yang siap dipakai.
“Tidak hanya disekolah siswa juga kami ajak untuk membersihkan lingkungan sekitar. Jadi setiap Sabtu akan kami ajak siswa keliling lingkungan sekolah dibekali dengan kantong plastik untuk memungut sampah. Setelah sampai sekolah siswa akan memberikan kantong plastik tersebut. Mereka antusias untuk membersihkan lingkungan bahkan ada yang berebut sampah,” jelas dirinya.
Editor : Anang















