NUSANTARA

Bappeda Aceh Tamiang Gelar RKPD, Ini Kata Pj. Bupati

×

Bappeda Aceh Tamiang Gelar RKPD, Ini Kata Pj. Bupati

Sebarkan artikel ini

ACEH TAMIANG, MATTANEWS.CO – Dalam rangka menyerap saran dan masukan dari pemangku kepentingan (stakeholder) pembangunan daerah, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) menggelar acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kamis (26/1/23).

Kegiatan yang berpusat di Aula Bappeda, resmi dibuka oleh Pj. Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman, SH, MH dan diikuti oleh Para Asisten, Staf Ahli, Para Kepala OPD, para Camat, para Lembaga Mitra, Organisasi masyarakat, Organisasi Masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Dalam arahannya, Pj. Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman menyampaikan tiga hal penting yang menjadi acuan untuk pelaksanaan Rancangan Awal Rencana Kerja Daerah yaitu percepatan penurunan kemiskinan dan stunting serta peningkatan kualitas pembangunan manusia. Diterangkannya, percepatan penurunan kemiskinan bisa dilakukan dengan memfokuskan peningkatan ekonomi masyarakat dengan memberdayakan UMKM untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

“Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat, diperlukan campurtangan Pemerintah dalam hal ini OPD terkait, untuk mendukung bangkitnya UMKM di masyarakat Aceh Tamiang”,ucapnya.

Ia juga meminta agar para Kepala OPD lebih aktif untuk menjemput bola terkait program-program pemerintah pusat yang bisa diimplementasikan ke daerah.

“Karena dibutuhkan koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk menyelaraskan program-program ada”,terang Pj Bupati.

Untuk penekanan penuruna stunting, tambah Pj Bupati, hal ini bukanlah hal yang mudah, tetapi juga bukan suatu hal yang tidak mungkin.

“Kita bisa melihat Kabupaten Sumedang yang telah berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Dalam pengamatan saya, dan hasil diskusi dengan beberapa prasktisi kesehatan, stunting terjadi bukan hanya karena faktor kekurangan gizi dan kemiskinan. Akan tetapi bisa juga disebakan oleh pernikahan diusia dini dibawah 20 tahun”,ungkap Meurah.

Kendati demikian, Meurah Budiman meminta kepada OPD terkait bisa bekerja sama dengan Kemenag Aceh Tamiang yang menangani urusan pernikahan untuk merekomendasikan agar tidak terjadi lagi pernikahan direntang usia dibawah dua puluh tahun.

“Kita bisa lakukan edukasi, sosialisasi dan konsultasi. Ini hal penting bagi masyarakat agar mereka mengerti dan paham dampak dan resiko dari pernikahan dini”,katanya.

Selain itu, Meurah juga membahas peningkatan kualitas pembangunan manusia. Menurutnya ini merupakan suatu hal yang penting, dan menjadi perhatian kita bersama.

“Jika kualitas sumber daya manusianya rendah, maka akan sulit bagi kita untuk mewujudkan peningkatan ekonomi pada masyarakat terlebih lagi saat ini, perkembangan teknologi begitu pesatnya sehingga diperlukan SDM yang unggul bagi masyarakat untuk bisa bersaing dengan daerah dan negara lain”,imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala BAPPEDA, Ir. Muhammad Zein dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan yang terselenggara hari ini guna menyusun Dokumen Rancangan Awal RPJPD Tahun 2025-2045.

“Ini merupakan rangkaian yang wajib dilakukan BAPPEDA seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia termasuk Kabupaten Aceh Tamiang”,pungkasnya.

Penulis : Burhanuddin
Editor : Riki