MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pasangan suami isteri (Pasutri), Yani (38) dan Herman (40) memberanikan diri memposting kondisi terbaru anaknya, Desfa Anjani (7) yang selalu mengeluarkan cairan kuning dari perut yang mulai robek, pasca menjalani tiga kali operasi, di RSUD BARI Palembang, yang diduga gagal. Postingan dibeberapa media sosial tersebut diharapkan dapat mengetuk hati pemerintah ataupun pihak RS, agar lebih serius menangani anaknya. Namun, sepertinya usahanya belum menunjukkan hasil, sehingga kembali harus berjuang melihat kondisi kesehatan anaknya yang kian hari kian menurun, Selasa (7/3/2023).
“Kini anak saya dipindahkan lagi ke RSMH Palembang, sebelumnya dirujuk ke RS Hermina Jakabaring oleh RSUD BARI Palembang. Kami sudah tidak bisa berkata apa-apa, kenapa nyawa anak saya seperti di permainkan oleh RSUD BARI,” tutur Ibu korban, Yani, saat dibincangi sejumlah wartawan di depan RS Hermina Jakabaring.
Yani menjelaskan, awalnya Desfa (anak korban_red) sakit tifus. Setelah empat hari dirawat, dinyatakan sembuh, namun dokter belum memperbolehkan pulang, karena menurut dokter anak saya mengalami sakit usus buntu, sehingga harus segera diambil tindakan.
“Saya disuruh menandatangani persetujuan operasi pertama usus buntu yang ditangani Dokter BB pada Senin (6/2/2023). Setelah beberapa hari pemulihan, tepatnya Jumat (10/2/2023) kami diijinkan pulang ke rumah dan disarankan agar luka tersebut harus dibersihkan. Kami juga diberikan obat Parasetamol dan Antibiotik. Keesokan hari, keluar cairan berwarna kuning dari luka bekas operasi anak saya itu. Namun, tetap kami obati, dengan mengompres menggunakan kassa dan betadine,” ungkapnya.
Perut anak perempuan, bungsu tiga saudara itu terus saja mengeluarkan cairan kuning tanpa henti, sehingga sang orang tua kembali membawanya untuk diperiksa kembali ke RSUD BARI Palembang.
“Tepatnya Kamis (16/2/2023), kami kembali membawa anak saya ke RS. Menurut dokter, usus anak saya bocor sehingga mengeluarkan cairan seperti itu. Lagi-lagi, anak kami disuruh menjalani operasi yang kedua. Kami pun mulai gugup,” ujar Isteri Herman itu.
Dikatakan Yani, kelang lima hari pasca operasi kedua, kembali keluar cairan kuning berbau amis dari perut anaknya. Menurut dokter, anak saya harus segera diambil tindakan operasi lagi.
“Masih dalam perawatan di RSUD Bari, anak saya kembali menjalani operasi ketiga usus buntu pada Jumat (24/3/2023). Setelah itu cairan kuning tersebut mulai tak berhenti, bahkan kini berubah menjadi campuran hijau. Setelah kami menanyakan ke dokter, dia bilang ada dua pilihan yang harus diambil orang tua pasien. Pilihan pertama tetap menjalankan operasi, namun tetap mengeluarkan cairan itu, tapi dokter yang menangani spesialis bedah anak atau pilihan kedua, pemotongan, yang juga ditangani dokter spesialis anak. Kami sepakat lakukan pemotongan, tapi di rujuk ke RS Hermina dengan alasan di RSUD BARI tidak ada dokter spesialis bedah anak. Kini harapan sembuh pun mulai memudar, ketika mendengar penjelasan dokter RS Hermina mengatakan anak saya belum bisa di operasi pemotongan karena kondisi masih lemah dan belum memungkinkan. Kini kami masih harus menunggu, karena informasinya anak saya akan dipindahkan lagi ke RSMH Palembang,” terangnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Yani berharap agar ada setitik harapan anaknya sembuh dari sakit berkepanjangan ini.
“Sudah satu bulan lebih ini, dia terbaring sakit, dengan tubuh yang kurus, karena makan dibantu dari infus, kesehatan yang kian hari kian menurun. Mohon kepada pemerintah ataupun pihak rumah sakit agar dapat membantu menangani kesehatan anak saya secara serius,” tukasnya.














