MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dirunut dari pemberitaan awal bahwa pasien yang berinisial DA (7) yang merupakan anak gadis dari pasutri Herman (40) dan Yani (38) warga 2 ulu Seberang Ulu 1 Pelembang ke RSUD Bari Palembang untuk mengobati sakit tifus namun didiagnosis usus buntu dan harus menjalani operasi.
Kendati keadaan pasien kian memburuk pasca operasi, Keluarkan cairan kuning berbau busuk sehingga kondisi saat ini kian menurun, Kamis (08/03/23).
Kondisi fisik anak gadisnya kian menurun, selaku orang tua meminta pertolongan pihak rumah sakit tersebut meski sempat menjalani 3 kali operasi namun tidak menuai hasil maksimal.
Sempat di rujuk ke RS Hermina dengan alasan di RSUD BARI tidak ada dokter spesialis bedah anak. Berselang waktu bukannga di operasi justru dirujuk RSMH Palembang.
Dengan keputusaan yang ada, selaku orang tua berusaha meminta bantuan dari hulu ke hilir. Akhirnya segala upaya dilakukan demi keselamatan permata hatinya sehingga pada hari Rabu 08 Maret 2023 sekira jam 20.37 WIB dengan mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel dan didampingi Kuasa Hukumnya dari Badan Pencari Keadilan untuk melaporkan kasus yang menimpa anak gadis tersebut.
“Ya..maksud kedatangan kami kesini mau melaporkan terkait kondisi anak beliau yang tambah parah pasca operasi, Keluar semacam nanah berwarna kuning dari bekas jahitan operasi, Sekarang makin parah,” ungkap Edison wahidin SH MH selaku Kuasa Hukum.
Merasa ada bentuk rasa ketidakadilan dari tindakan tersebut, maka kuasa hukum mengambil tindakan.
“Kemudian kami melaporkan di Polda Sumsel ini terkait dengan Kelalaian berat yang mengakibatkan penerima layanan kesehatan luka berat seperti tertulis di pasal 84 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 2014,” paparnya saat ditemui seusai membuat laporan di SPKT Polda Sumsel.
Saat dipertanyakan atas pelaporan tersebut dituju kepada siapa, selaku pihak kuasa hukum mengatakan Jika yang dilaporkan ini bukan ke instansi tapi lebih mengarah ke oknum yang berinisial B. “Untuk sementara ini masih satu orang,” katanya.
Sementara ditempat yang sama, Herman (40) mengatakan saat diwawancarai perihal tanggapan rumah sakit atas kasus yang menimpa anaknya tersebut mengatakan jika dirinya hanya satu kali menemui bersangkutan dj RSMH Palembang.
“Saya tidak ada saat itu, hanya ada istri saya, belum ada omongan lebih, cuma besuk dan bilang ke istri saya, ini kan cuma kesalahan medis yang menimpa anak saya,” ungkap Herman dihadapan awak media MATTANEWS.CO.
Saat ditanya perihal kondisi terkini dari anak itu, Herman menjelaskan secara detil pada awak media bila kondisi anaknya kritis.
“Memang masih bisa respon dan tanggap tapi kondisinya kurang gizi lantaran puasa hanya makan dari cairan infus berminggu-minggu. Sekarang sudah tidak bisa ditemui karena sudah dirawat diruangan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) RSMH Palembang,” jelasnya.
Ia pun berharap anaknya kembali pulih dan sehat sedia kala dan pihak yang melakukan operasi terhadap anak saya harus bertanggung jawab.














