BERITA TERKINIPENDIDIKAN

Atap Ruang Kelas SDN 3 Bago Ambruk, Kadin Pendidikan Tulungagung Angkat Bicara

×

Atap Ruang Kelas SDN 3 Bago Ambruk, Kadin Pendidikan Tulungagung Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rahadi Puspita Bintara, S.E., M.Si., angkat bicara terkait adanya laporan atap ruang kelas yang ambruk.

Saat dijumpai, Mantan Camat Ngunut Kabupaten Tulungagung mengatakan sebenarnya pihaknya setelah menerima laporan adanya salah satu atap ruang kelas yang ambruk itu langsung membuat laporan kepada pimpinan.

“Jadi, ketika ada hal seperti itu kita langsung membuat laporan kepada pimpinan,” kata Pipit sapaan akrab kepada media online nasional mattanews.co di sela-sela kegiatan lomba di Desa Sumberejo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/5/2023).

“Kejadian itu sekira bulan Maret tahun 2023,” imbuhnya.

Menurut dia, pihaknya setelah menerima laporan adanya atap ruang kelas di SDN 3 Bago yang ambruk itu segera menindaklanjuti.

“Langsung tindaklanjuti kok, ada staf kami yang datang dan melihat ke sekolah tersebut,” ujarnya.

Namun demikian, tambah Pipit, pihaknya tidak bisa serta merta langsung melakukan perbaikan atas atap ruang kelas yang ambruk itu.

“Kita bisa memohonkan anggaran agar bisa dilakukan perbaikan terkait hal itu. Karena anggaran yang disediakan untuk pemeliharaan dan aset di Dinas Pendidikan itu sangat luar biasa banyak,” jelasnya.

“Selain itu pemerintah juga dalam hal ini memprioritaskan hal-hal tersebut sehingga kita usulkan semoga tahun ini bisa direalisasikan,” sambungnya.

Lebih lanjut Pipit menjelaskan pihaknya mengakui pada Dinas Pendidikan itu memang banyak aset-aset yang memerlukan perbaikan, tapi dengan keterbatasan anggaran akhirnya adanya skala prioritas.

Berbicara SDN 3 Bago, sambung Pipit, pihaknya akan melaporkan agar mendapatkan atensi dari pimpinan.

“Ketika sudah mendapatkan atensi, Insya Allah minimal tahun depan bisa kita dapatkan untuk perbaikan,” terangnya.

“Kalau pun dari pihak sekolah itu sudah mengirimkan proposal, mungkin itu di bidang pembinaan SD,” imbuhnya.

Lebih dalam Pipit memaparkan pihaknya dalam upaya mengantisipasi kejadian itu tidak terulang kembali pihaknya menginstruksikan kepada seluruh Kepala Sekolah agar secara periodik melakukan cek dan ricek terhadap aset-aset pada satuan pendidikan masing-masing.

“Langkah-langkah yang kita ambil setiap periodik itu kepala sekolah sebagai manajer melakukan cek dan ricek terhadap seluruh aset di satuan pendidikan,” paparnya.

“Ketika disana dalam ricek perlu dilakukan perbaikan agar diusulkan ke dinas, setelah dinas menerima maka dinas menerjunkan tim guna melakukan ricek ke lapangan. Selanjutnya kita melakukan skala prioritas untuk diusulkan dalam usulan perencanaan,” pungkasnya.