MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sedikitnya 13 remaja diamankan Polisi, Polsek Seberang Ulu I Palembang, pimpinan Iptu Indra Widodo, saat hendak lakukan tawuran di Jalan SH Wardoyo, Pasar Klinik, Kelurahan 7 Ulu, SU I Palembang. Bukan itu saja, petugas juga menyita beberapa senjata tajam, jenis parang, golok sepanjang 60 cm, satu unit handphone, satu tombak terbuat dari fiber yang digabungkan ujungnya diberi besi tajam bentuk trisula, Senin (15/5/2023).
“Benar, semua remaja ini kita amankan saat mengumpulkan teman-temannya, untuk adu lawan, di kawasan Pasar Klinik Kelurahan 7 Ulu pada Jumat (13/5/2023) dan Sabtu (14/5/2023) pukul 03.00 WIB,” ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Haryo Sugihhartono, didampingi Kasat Reskrim, AKBP Haris Dinzah dan Kapolsek SU, Kompol Firdaus, saat press release.
Dijabarkan Kapolrestabes, dari para pelaku yang diamankan, kebanyakan berdomisili di Banyuasin, sembilan diantaranya masih berstatus pelajar.
“Mereka ini datang ke Palembang, hanya untuk uji nyali tawuran saja. Mereka berkumpul dan menantang siapa saja melalui whatshaap,” ujar Kombes Pol Haryo Sugihhartono.
Untuk sembilan pelaku yang masih berstatus pelajar, beber Kapolrestabes Palembang, masih perlu dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah, keluarga dan instansi lainnya.
“Untuk sangsinya, kita akan tentukan nanti. Yang pasti, kita akan panggil seluruh para orang tuanya dan kita juga akan koordinasi dengan dinas pendidikan, sekolah setempat dan tindakan disiplin atau tindakan lainnya akan ditentukan nanti,” ungkapnya.
13 remaja yang diamankan tidak lain, FM (16) warga Jalan Talang Kemang, Kelurahan Plaju, RD (16) warga Jalan Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Palembang, RI (17) warga Desa Nusa Makmur, Air Kumbang, Banyuasin, AF (14) warga Desa Limba Jaya, Air Kumbang, Banyuasin, BT (16) warga Desa Limba Jaya, Air Kumbang, Banyuasin, MH (16) warga Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju Palembang, SH (16) warga Desa 8 9 Sidomulyo, Air Kumbang, Banyuasin, BA (16) warga Desa Sebokor Air Kumbang, Banyuasin Sumsel, AF (16) warga Jalan Infres, Air Kumbang Banyuasin, Sumsel.
“Kini kami masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Yang telah dewasa, statusnya akan kita teruskan, kita jerat UU darurat No 12 Tahun 1951,” tukasnya.















