MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Indonesia Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si., melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Provinsi Jawa Timur, Selasa (18/7/2023).
Dalam kunker tersebut, Mantan Bupati Banyuwangi itu meresmikan lima Mall Pelayanan Publik (MPP) kabupaten maupun kota yang terpusat di Kabupaten Tulungagung.
Adapun 5 MPP yang diresmikan secara serentak itu diantaranya Kabupaten Malang, Pacitan, Sampang, Kota Pasuruan, dan terakhir Kabupaten Tulungagung.
Pantauan media ini, peresmian tersebut dilakukan secara virtual, dan dilaksanakan dari Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung.
“Ini merupakan MPP ke-139, dari 500-an kabupaten kota di Indonesia,” ucap Menteri Azwar Anas.
“Tapi ini bertahap, akan tumbuh dan berkembang lagi, seperti kemarin kami meresmikan MPP di Jayapura,” imbuhnya.
Menurut Azwar Anas, MPP ini sebenarnya ruhnya adalah bagaimana mengintegrasikan layanan. Dan MPP itu, hanyalah merupakan sebuah gedung. Mudah-mudahan komitmen pimpinan untuk mengintegrasikan, mempermudah rakyat, dan mempercepat ini menjadi misi utama dari diresmikan Mall Pelayanan Publik.
“Di Jawa Timur lebih dari 20 MPP, pertama dulu di Indonesia itu ada di Jawa Timur yaitu Kabupaten Banyuwangi dan sekarang sudah dikembangkan,” ujarnya.
Azwar Anas menambahkan pihaknya menyebut MPP Kabupaten Tulungagung ini sangat menarik karena bangunan ini bukan gedung baru dan tidak terlalu besar, tapi simpel.
“Harapan saya ke depan untuk gedung kalau memang tidak ada anggaran tidak harus membangun yang baru. Nanti kedepan, kita akan menuju MPP digital, ini adalah menyatukan layanan di rumah virtual, kalau di rumah fisik namanya Mall Pelayanan Publik,” tambahnya.
“Kami berharap untuk ke depan seluruh pelayanan yang ada di Pemda ini bisa diintegrasikan sehingga demokrasi kita bisa lebih efisien. Sekarang, contohnya ada 21 Kabupaten dan kota kita diasesmen dan sebagian rakyatnya sekarang berbondong-bondong untuk melakukan rekaman,” sambungnya.
“Rakyat itu kalau di digital tidak lagi mengisi data berulang, ini kadang ke rumah sakit ngisi data ngurus SKCK harus isi data, dengan MPP digital secara bertahap nanti sekali saja rakyat di data tidak perlu mengisi data lagi,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut Azwar Anas menjelaskan untuk ke depan bukan membangun kantor tapi membangun sistem, contohnya di tempat layanan yang banyak diringkas di suatu tempat.
Jadi, jelas dia, sebenarnya ini message dari perubahan yang besar, kantor-kantor sekarang tidak lagi dalam bentuk ruang yang besar tapi kantor bisa saja kecil tapi sistemnya terintegrasi.
“Untuk MPP di Tulungagung bagus, saya lihat tadi tempatnya tidak terlalu besar titiknya pas di tengah, karena kalau MPP jauh dari pusat, rakyat membutuhkan biaya,” terangnya.
“Bisa saja orang sambil rekreasi kayak di tempat ini biasa olahraga di alun-alun dan ini tentu nanti harapan saya bisa didorong di tingkat desa,” imbuhnya.
Pada intinya, lebih dalam Azwar Anas memaparkan pihaknya mendorong proses bisnis yang dipangkas.
Kedua, tutur dia, lebih transparan yang berikutnya adalah birokrasi ini lebih simpel.
“Targetnya, saat ini terus dibina dan sekarang beberapa komponen kota yang akan membangun MPP kita sudah merubah speknya, bangunan tidak harus besar yang penting sistemnya cukup baik,” tandasnya.















