MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Puluhan pedagang pasar tradisional, terpaksa harus mengungsi dan berjualan di tepi Jalan Diponegoro Pasar Pagi, Kecamatan Putussibau Selatan, Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu.
Para pedagang tradisional ini telah berjualan sejak seminggu yang lalu karena ketinggian air di lokasi pasar banjir dengan rata-rata 70 cm – 80 cm.
Ketua RT 04/RW 01 Kelurahan Putussibau Utara, Thomas Anit, menyampaikan bahwa para pedagang ini terpaksa berjualan di tepi jalan akibat tingginya air di lokasi pasar.
“Pedagang berjualan di jalan sekitar satu minggu ini,” kata Anit saat ditemui wartawan pada Senin (15/1/2024).
Anit menjelaskan bahwa ketinggian air diperkirakan mencapai 70 cm – 80 cm. Ketika air sudah sampai di jalan, ketinggian mencapai sekitar 1 meter di lokasi pasar dan pemukiman warga.
“Banjir ini disebabkan meluapnya air anak Sungai Sibau yang tidak jauh dari pasar. Jarak dari sungai sekitar 15 meter dari bibir sungai,” jelas Anit.
Sebagai Ketua RT, Anit menghimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai bencana banjir.
“Waspadai anak-anak yang masih kecil yang belum bisa berenang. Dan jaga benda-benda berharga serta penggunaan alat listrik yang dapat mengalirkan aliran listrik,” pungkasnya. (*, Bayu)















