MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung, melalui Dinas Kesehatan, telah menggelar Pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Balai Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo pada Senin (15/1/2024).
Pencanangan ini, yang dipimpin oleh Penjabat Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali.
Dalam keterangannya, Heru Suseno, yang saat ini masih menjabat Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, menyebut bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Tulungagung untuk mengantisipasi potensi munculnya kasus polio.
Pelaksanaan Sub PIN Vaksin Tetes Polio tahun 2024 ini dipicu oleh temuan kasus lumpuh layuh akut (Acute Flaccid Paralysis/AFP) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan insiden serupa di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
“Pemeriksaan menyatakan terkonfirmasinya Polio VDVP2 dan Virus VDVP2 pada sampel lingkungan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur,” ungkap Heru.
Dalam konteks ini, Pemprov Jawa Timur telah menetapkan kebijakan luar biasa untuk menanggapi situasi Polio di wilayah tersebut.
Sebagai respons, pemerintah pusat langsung mendistribusikan sejumlah vaksin virus polio, dengan Kabupaten Tulungagung menargetkan imunisasi pada 114.116 anak, mencapai target 100 persen.
Pencanangan Sub PIN Polio ini juga diharapkan dapat memberikan keberhasilan dalam mencapai target imunisasi vaksin tetes polio di Kabupaten Tulungagung. Heru Suseno mengajak orang tua untuk membawa anak-anak ke pos imunisasi terdekat, seperti Puskesmas, Posyandu, TK, Paud, SD/MI.
Pelaksanaan dosis 1 dijadwalkan pada 15-21 Januari 2024, sedangkan dosis 2 akan dilakukan pada 19-25 Februari 2024.
Heru menyampaikan harapannya agar upaya ini dapat efektif, mencegah penularan virus polio yang memiliki tingkat penularan yang sangat cepat.
Meskipun Kabupaten Tulungagung hingga saat ini belum melaporkan adanya kasus polio, Heru menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terutama saat bepergian ke daerah yang telah melaporkan kasus polio. Dalam pencanangan ini.
“Kita juga melibatkan stakeholder seperti Muslimat NU dan Fatayat. Untuk memastikan kehalalan PIN Polio yang diberikan kepada anak-anak,” jelasnya. (Ferry Kaligis)














