BERITA TERKINI

Pengamanan Pemilu 2024: Ribuan Personel Dikerahkan di Kabupaten Tulungagung

×

Pengamanan Pemilu 2024: Ribuan Personel Dikerahkan di Kabupaten Tulungagung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung Polda Jawa Timur, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menggelar Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di halaman kantor Bupati setempat pada Selasa (13/2/2024) pagi.

Ribuan personel dikerahkan untuk mengamankan 3.305 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Kapolres Tulungagung Polda Jawa Timur, AKBP Teuku Arsya Khadafi, S.H., S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan Apel Pergeseran Pasukan ini untuk pelaksanaan pengamanan pelaksanaan Pemilu.

“Kami mengerahkan pasukan sebanyak 7.800 personel,” jelasnya, saat didampingi Pj Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., serta Dandim 0807 Tulungagung, Letkol Czi Nooris Agus Rinanto, S.I.P.

Asya menjelaskan 7.800 personel itu termasuk yang siaga di TPS dan untuk mengatasi keadaan darurat guna mengamankan 3.305 TPS yang ada di Kabupaten Tulungagung.

“Masing-masing dari 2 personel akan bertugas menjaga 12 TPS,” tambahnya.

Mantan Kapolres Probolinggo Polda Jawa Timur itu menambahkan bahwa dari hasil pemantauan, situasi di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung masih tertib, aman, dan kondusif.

“Ayo kita bersama-sama berdoa agar pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Tulungagung tetap berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif,” tambahnya.

Perlu ada antisipasi terkait partisipasi peserta Pemilu, dan harapannya warga yang memiliki hak suara untuk hadir sesuai waktu yang ditentukan. Sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dalam memilih pemimpin sesuai hati nurani, guna mendorong pembangunan dan kemajuan Bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Arsya menjelaskan bahwa dalam pengamanan Pemilu 2024, pihaknya menerima bantuan pasukan BKO dari Polda Jawa Timur sebanyak 1 SST khusus untuk wilayah Kabupaten Tulungagung.

Selain itu, lanjutnya, 1 mobil water cannon dipersiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan konflik dan siap melakukan tindakan dalam mengurai massa.

“Akan ada beberapa potensi rawan seperti kemungkinan sabotase berupa protes yang dapat mengganggu jalannya Pemilu. Dan, kita perlu waspada terhadap bencana alam, terutama dalam musim hujan seperti saat ini di Tulungagung,” terangnya.

Menurut Arsya, pihaknya telah mengidentifikasi wilayah-wilayah rawan di Kabupaten Tulungagung dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Dari 3.302 TPS di Tulungagung, hanya 2 yang dianggap rawan, sedangkan sisanya masih dalam status kurang rawan,” terangnya.

Saat ini, pihaknya menggunakan pola pengamanan dengan 2 personel Polri mengamankan 12 TPS. Dan pihaknya juga telah menyiapkan pasukan untuk daerah-daerah yang berpotensi terkena bencana alam.

“Apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan selama Pemilu, kami akan menerapkan prosedur tetap yang ada. Intinya, kami akan memastikan agar Pemilu berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif, serta memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam memberikan suaranya,” pungkasnya. (Ferry Kaligis)