BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Ekspor di Perbatasan Indonesia – Malaysia Melalui Bea Cukai Nanga Badau Triwulan 2024 Capai Rp 1.36 Miliar

×

Ekspor di Perbatasan Indonesia – Malaysia Melalui Bea Cukai Nanga Badau Triwulan 2024 Capai Rp 1.36 Miliar

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – KPPBC TMP C Nanga Badau memiliki sebuah progam kerja yaitu Pojok UMKM dan Klinik Ekspor. Progam ini dilakukan untuk mendorong para pelaku usaha ekspor khususnya UMKM di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Tim Pojok UMKM dan Klinik Ekspor Bea Cukai Nanga Badau melakukan asistensi UMKM di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Strategi yang dilakukan Bea Cukai Nanga Badau adalah memberikan edukasi mengenai prosedur kepabeanan ekspor, pemahaman mengenai ketentuan terkait ekspor dan koordinasi dengan instansi terkait lainnya.

Diketahui, Kabupaten Kapuas Hulu memiliki pontensi produk untuk ekspor yaitu produk perikanan air tawar (ikan jelawat, ikan kelabau, ikan ringau, ikan seladang, ikan semah, ikan tapah dan ikan tengalan), madu alam dan kerajinan tangan seperti bangle dan aksesoris kepala, dengan harapan kedepan peningkatan jumlah dan jenis berang ekspor ke negara tetangga.

Dari potensi yang dimiliki Kapuas Hulu, Bea Cukai Nanga Badau secara konsisten dan berkelanjutan terus berupaya untuk mendukung secara penuh agar UMKM di wilayah kabupaten Kapuas Hulu dapat meningkatkan kegiatan ekspor.

Berdasarkan data Pemberitahun Ekspor Barang (PEB) KPPBC TMP C Nanga Badau diperoleh hasil bahwa kegiatan ekspor melalui PLBN Badau selama bulan Januari 2024 – Maret 2024 telah menghasilkan devisa sebesar Rp 1.367.070.000.

Kegiatan ekspor terutama produk perikanan air tawar melalui PLBN Badau semakin tumbuh, pontensi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan.

Ada penurunan ekspor dari bulan Februari ke bulan Maret sekitar 24,45%, berdasarkan informasi penurunan tersebut dikarenakan belum musim panen hasil pertanian dan naik/pasang air sungai dan danau sehingga hasil panen perikanan menurun.

Kepala Kantor Bea Cukai Nanga Badau, Henry Imanuel Sinuraya menyambut baik atas kegiatan ekspor triwulan I tahun 2024 melalui PLBN Badau.

“Hal ini menunjukkan pergerakan positif perekonomian di perbatasan Indonesia – Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu, “kata Henry kepada wartawan, Selasa (23/4/2024).

Henry berharap kedepannya PLBN Badau akan menjadi pintu ekspor ikan arwana, semoga hal tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha arwana di Kapuas Hulu.

“Tentunya dengan dukungan berbagai pihak seperti Karantina Perikanan, pelaku bisnis dan pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu,” terang Henry.

Henry katakan Bea Cukai Nanga Badau bersama instansi terkait lainnya juga terus mendorong komoditi ekspor di Kapuas Hulu.

“Agar menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.