Reporter : Reza Fajri
PALEMBANG, Mattanews.co – Ada hal menarik saat pegelaran syukuran atas pelantikan Presiden dan wakil Presiden yang dibuat oleh DPD PDIP Sumsel, terlihat seorang tokoh sentral Persaudaraan Alumni (PA) 212 Sumsel Charma Afrianto juga turut hadir memenuhi undangan acara syukuran tersebut, Minggu (20/10/2019) malam.
Charma Afrianto inisiator pendiri Persaudaraan Alumni 212 Sumsel ini saat dimintai keterangan mengatakan jika sebagai elemen anak bangsa apalagi yang mau kita perjuangkan kecuali membangun Indonesia bersama sama sesuai amanah UUD 1945. “Oposisi bukan berarti tidak menjaga silaturahmi dan keutuhan negeri. Oposisi itu butuh cara yang elegan agar disegani lawan-lawan politik,” ucapnya.
Dirinya merasa persoalan yang terpenting saat ini yang harus dilakukan bersama adalah mengawal proses pembangunan yang akan dilakukan Pak Jokowi dan Kiyai Ma’ruf Amin kedepan agar betul betul sesuai dengan amanah UU dan berada dalam cita-cita bangsa yang sesungguhnya. “Mencerdaskan kehidupan bangsa serta memajukan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita tahu masa kepemimpinan Pak Jokowi-JK diperiode pertama sangatlah tidak memuaskan banyak pihak. Terbukti dengan tidak meningkatnya pertumbuhan ekonomi bangsa ini dari tahun ke tahun, gaduhnya suasana politik dan sebagainya, ini adalah bukti banyak PR yang harus segera dipikirkan oleh kepemimpinan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin kedepannya,” beber Charma.
“Dan anak-anak bangsa yang mengambil posisi politik oposisi silahkan pada rules dan marwah kritisinya karena tak akan terbentuk pemerintahan yang kuat tanpa adanya oposisi. Jika pemerintahan tidak kuat maka tak mungkin cita-cita bangsa ini bisa terwujud,” tutupnya.
Editor : Anang














