MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar kegiatan gerakan jumat bersih dalam rangka peringatan hari jadi kota Putussibau ke – 29 dan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2024 tanggal 5 Juni 2024. Kegiatan jumat bersih diikuti seluruh Forkopimda dan perangkat daerah yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (31/5/2024).
Dalam momentum tersebut, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan mengatakan kelangsungan hidup manusia diseluruh dunia menandai ditetapkan tanggal 5 juni sebagai hari lingkungan hidup sedunia.
“Ini upaya pemenuhan lingkungan hidup yang baik dan sehat harus diselenggarakan melalui komitmen bersama dan pencapaian diseluruh pihak,” kata Bupati Fransiskus Diaan.
Dikatakan Bupati, hari lingkungan hidup sedunia tahun 2024 yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia Tahun 2024 ini mengusung tema “Penyelesaian Krisis Iklim Dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan.”
“Ini menjadi pengingat sekaligus ajakan bahwa penyelesian akar masalah krisis iklim harus diselesaikan dengan inovasi yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bupati.
Selain itu, lanjutnya, sekaligus harus mengedepankan prinsip keadilan dan inklusivitas, secara global.
“Perayaan hari lingkungan hidup sedunia 2024 berfokus pada restorasi lahan atau memulihkan lahan ke kondisi yang berbeda atau kondisi sebelumnya,” tutur Bupati Kapuas Hulu.
Lanjut kata Bupati, menghentikan penggunaan atau desertifiasilahan atau lahan yang relatif kering menjadi semakin gersang, kehilangan badan air, vegetasidan juga hewan liar dan membangun ketahanan terhadap kekeringan.
“Kegiatan jumat bersih dan pembagian bibit tanaman yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu dalam mengurangi terjadinya emisi gas rumah kaca yang berlebihan di atmosfer sehingga menimbulkan pemanasan global yang kemudian menyebabkan adanya perubahan iklim dan memicu kondisi krisis iklim di Indonesia maupun dunia,” ungkapnya.
Untuk itu, Bupati mengajak kita semua agar mengaktifkan lagi kegiatan jumat bersih di lingkungan masing-masing serta melakukan pengelolaan dengan konsep 3R.
“Menggunakan kembali sampah – sampah yang masih bisa digunakan atau bisa digunakan atau berfungsi lainnya dan mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan atau memunculkan sampah,” tandas Bupati.
Kemudian, mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selalu konsisten melakukan kegiatan jumat bersih sejak diterbitkan surat edaran gerakan jumat bersih nomor 696 tanggal 13 September 2023,” pungkasnya.














