MATTANEWS.CO, MUSI RAWAS – Kepala SMPN Muara Beliti, Lindawati, melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 6 Juni 2024, pukul 15:16 WIB, menolak menjawab surat konfirmasi terkait pelaksanaan dana BOS tahun 2023. Dalam pesannya, Lindawati menyatakan bahwa dia tidak mengetahui masalah tersebut karena itu terjadi pada masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya, Ibu Emi.
“Aku idak tau soal itu, itu jaman Ibuk Emi,” tulis Lindawati. Setelah mengirimkan pesan tersebut, Lindawati memblokir kontak WhatsApp dan sulit ditemui di sekolah.
Surat konfirmasi tersebut berisi pertanyaan mengenai realisasi beberapa kegiatan yang didanai oleh BOS tahun 2023, antara lain:
1.Penerimaan perserta didik baru. Rp 5.825.000
2.Pembangunan perpustakaan. Rp 56.500.000
3.Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Rp 63.910.000
4.Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran.Rp 24.295.000
5.Administrasi kegiatan sekolah.Rp 108.843.000
6.Langganan daya dan jasa.Rp 18.053.000
7.Pemeliharaan sarana dan prasarana
sekolah.Rp 50.294.000
8.Penyediaan alat multi media pembelajaran.Rp 18.500.000
9.Pembayaran honor.Rp 82.230.000
Tindakan Lindawati ini menuai kritik tajam dari Koordinator Investigasi Gerakan Aktivis Silampari, Hanapiya. Ia mengecam tindakan tersebut dan menilai bahwa sebagai kepala sekolah, Lindawati seharusnya bertanggung jawab untuk memberikan klarifikasi dan transparansi terkait penggunaan dana BOS.
“Sebagai kepala sekolah, Lindawati seharusnya siap memberikan penjelasan mengenai penggunaan dana BOS. Menghindar dan memblokir kontak menunjukkan sikap tidak profesional dan tidak bertanggung jawab,” ujar Hanapiya.
“Dana BOS adalah dana publik yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan. Tindakan ini mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana pendidikan.”
Hanapiya uga mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap Lindawati dan memastikan bahwa penggunaan dana BOS di SMPN Muara Beliti dapat diaudit secara menyeluruh.
“Kami meminta pihak berwenang untuk segera turun tangan dan memastikan bahwa dana BOS digunakan sesuai dengan peruntukannya. Lindawati harus menjelaskan dan bertanggung jawab atas pengelolaan dana tersebut,” tambahnya.
Kritik keras ini mencerminkan keprihatinan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan. Masyarakat berharap agar tindakan tegas diambil untuk memastikan bahwa dana BOS digunakan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMPN Muara Beliti.















