BERITA TERKINI

KPU Sumut Gelar Simulasi Pemungutan Suara di Pematangsiantar

×

KPU Sumut Gelar Simulasi Pemungutan Suara di Pematangsiantar

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MEDAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatra Utara menggelar simulasi pemungutan suara di Lapangan H. Adam Malik, Kota Pematangsiantar, pada Rabu (23/10/2024).

Acara ini bertujuan memberikan gambaran pelaksanaan hari H pemilihan sekaligus mengidentifikasi potensi gangguan yang dapat terjadi.

Koordinator Divisi Teknis KPU Provinsi Sumatera Utara, Raja Ahab Damanik, menjelaskan bahwa pemilihan Pematangsiantar sebagai lokasi simulasi didasarkan pada kesiapan sarana dan prasarana yang memadai serta kondisi cuaca yang mendukung.

Kota ini juga memiliki sejumlah calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada mendatang.

“Kami melaksanakan dua jenis pemilihan pada 27 November 2024, yaitu pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta pemilihan bupati/wali kota dan wakilnya,” ujar Raja Ahab.

Simulasi untuk Mitigasi Potensi Hambatan

Simulasi ini dirancang untuk mengukur durasi proses pencoblosan hingga perolehan hasil suara, yang kemudian akan diserahkan kepada saksi-saksi terkait.

Menurut Raja, hal ini sangat penting bagi KPU Sumut dan KPU kabupaten/kota se-Sumatra Utara untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan, serta memastikan kesiapan Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS).

“Jika proses pencoblosan diperkirakan memakan waktu 6-7 jam, maka kesehatan petugas KPPS harus dipastikan dalam kondisi prima,” tambahnya.

Selain itu, Raja juga menyoroti pentingnya ukuran Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ideal, yaitu sekitar 8 x 10 meter, serta perlunya tambahan pendingin seperti kipas angin untuk kenyamanan. Namun, hal ini akan sangat bergantung pada anggaran yang tersedia.

Simulasi dengan Pasangan Calon Fiktif

Dalam simulasi tersebut, KPU Sumatera Utara mensimulasikan pemilihan gubernur dengan tiga pasangan calon fiktif dan pemilihan wali kota Pematangsiantar dengan lima pasangan calon fiktif.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan gambaran realistis tanpa mencerminkan jumlah pasangan calon sebenarnya di Pilkada mendatang.

“Kami membuat simulasi dengan pasangan calon fiktif agar tidak menggambarkan jumlah pasangan calon yang sesungguhnya,” terang Raja.

Ia juga mengingatkan agar setiap KPU Kabupaten/Kota memperhatikan pemilih prioritas, seperti ibu hamil, lansia, dan mereka yang memiliki keterbatasan waktu, untuk diberikan akses yang lebih mudah saat pencoblosan.

Simulasi ini diharapkan mampu membantu KPU mempersiapkan segala aspek teknis untuk memastikan pemilu berjalan lancar dan tanpa hambatan berarti pada 27 November 2024.