BERITA TERKINI

Ibu – Ibu Persit Ranting 4, Yonif 644 Walet Sakti Produksi Es Pisang Hijau

×

Ibu – Ibu Persit Ranting 4, Yonif 644 Walet Sakti Produksi Es Pisang Hijau

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kesetiaan dan kecintaan Ibu – ibu Persit Ranting 4 Yonif 644 Walet Sakti dalam mendampingi suami yang mengemban tugas negara sebagai prajurit TNI di Batalyon Infanteri 644/Walet Sakti Kabupaten Kapuas Hulu patut di apresiasi.

Tak ingin berperan hanya sekedar mengurus keluarga, sejumlah ibu – ibu Persit Ranting 4 Yonif 644/Walet Sakti mengasah kemampuan untuk mengembangkan usaha rumahan, sehingga sangat membantu menciptakan nilai tambah bagi ekonomi keluarga mereka.

Seperti yang dilakukan ketiga ibu Persit Ranting 4 Yonif 644 Walet yakni Ny. Wulan Yuda, Ny. Sabono dan Ny. Paallo memanfaatkan waktu luang mereka untuk mengembangkan usaha kuliner yang mendatangkan nilai tambah bagi keluarganya.

Berbekal dari hobi memasak ketiga ibu Persit Ranting 4 Yonif Walet 644 Walet Sakti ini meracik buah pisang, tepung beras, susu dan sirup menjadi sebuah minuman yang segar yang disebut es pisang hijau yang cocok diminum di siang hari cocok dengan cuaca panas di Kabupaten Kapuas Hulu.

Bagi Ny. Wulan Yuda, mengenal kuliner dari bahan baku buah pisang ini bukanlah hal yang baru, berawal dari orang tua dan kampung halamannya yang memang sering menemukan kuliner es pisang hijau tersebut hingga muncul ide membuat es pisang hijau di Kabupaten Kapuas Hulu, khususnya dilingkungan Mayonif RK 644/Walet Sakti, Batalyon di wilayah perbatasan RI-Malaysia Kabupaten Kapuas Hulu.

“Berawal memang hobi makan es pisang ketika masih di kampung halaman,sebelum menikah dengan suami yang saat ini bertugas di Batalyon 644 Walet Sakti,” tutur Ny. Wulan Yuda ini.

Membuat es pisang hijau, Ny. Wulan Yuda mengajak ibu – ibu lainnya di asrama, mencoba membuat es pisang hijau tersebut. Saat dicoba ternyata rasanya enak dan jarang ditemukan di Putussibau Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu.

“Kami tidak berhenti hanya memproduksi untuk konsumsi keluarga saja, jadi muncul ide untuk dikomersilkan di lingkup Asrama 644. Alhamdulillah peminat begitu antusias dari ibu – ibu Persit maupun dari bapak – bapaknya juga. Alhamdulillah juga lah bang bisa nambah – nambah untuk beli bumbu dapur,” ungkap Ny.Yuda.

Perempuan berdarah Jawa – Betawi ini mengatakan untuk percup es pisang hijau ini di hanya dijual dengan harga Rp10 ribu rupiah.

“Saat ini masih diskon untuk keluarga besar 644 Walet Sakti, kita bandrol dengan harga Rp 8 ribu rupiah,” ucapnya.

Menurut Ny. Wulan, es pisang hijau ini memang jarang ditemui di Putussibau, apa lagi jarak dari Batalyon 644 Walet Sakti dengan kota Putussibau diperkirakan 8 – 9 KM.

“Saat ini konsumen keluarga besar 644 Walet Sakti dan kawan – kawan terdekat serta masyarakat sekitar Batalyon dan kami melayani siap antar sampai dengan depan rumah,” katanya.

Sementara itu, suami dari Ny Wulan Yuda Pratu Yuda Prasetya mendukung apa yang menjadi ide dari sang istri tercinta.

“Alhamdulillah bang, kami sangat mendukung apa yang menjadi ide dari sang istri tercinta. Apalagi kegiatan yang sangat positif di satu sisi bisa menambah uang dapur,” ucap Pratu Yuda.

Menurut Pratu Yuda, selain menghasilkan cuan aktivitas membuat kuliner ini juga untuk mengisi waktu luang istri, sehingga tidak merasa jenuh di asrama.