MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih mengundang para Jurnalis Kota Nanas dalam sebuah acara yang bertajuk “Informasi Edukasi Melalui Talkshow/Tatap Muka Kepada Pewarta di Cafe Bang Ali Prabumulih, Selasa (26/11/2024).
Kegiatan ini dibuka Kepala BNN Prabumulih, AKBP. Pauzia SP MSi didampingi Satrio Kepala Seksi Pencegahan dan Pemerdayaan Masyarakat (P2M) serta beberapa staf, yang kegiatan tersebut utamanya dalam rangka silaturahmi antara BNN dengan pewarta atau awak media.
Dalam sambutannya wanita pangkat melati dua yang lama berdinas di Polda Sumsel ini mengucapkan terima kasih pada rekan wartawan yang hadir meluangkan waktu disela kesibukannya memburu berita.
Dikesempatan yang baik ini pula, AKBP Pauzia mendorong teman teman Pers untuk bersama terus mensosialisasikan tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, terkhusus melalui tulisan atau berita dan video edukasi tentang bahayanya barang haram itu (narkoba.red) dan sejenisnya.
Ia menitipkan pada rekan rekan wartawan kejahatan penyalahgunaan narkoba adalah musuh negara.
“Penyalahgunaan serta peredaran gelap Narkoba adalah kejahatan luar biasa, bahkan 8 program prioritas Presiden RI bapak Prabowo Subianto pada nomor 7 yaitu tentang pemberantasan narkoba,” ungkap Kepala BNN Prabumulih.
“Ayo bersama kita lawan narkoba untuk menyelamatkan anak anak bangsa. Daya rusak narkoba lebih dahsyat dari teroris dan korupsi,” ujar perempuan berhijab ini.
Lanjut Ibu Pau sapaan akrabnya, untuk pemakai aktif ada barang bukti bisa di pidana, sedangkan bagi tubuh dampak kosumsi narkoba itu sendiri benar-benar merusak dan berbahaya bagi kesehatan si pengguna bisa menyebab gangguan jiwa, susah untuk disembuhkan bahkan menyebabkan kematian
“Saya temui 5 kasus gangguan jiwa di Prabumulih, selama memimpin BNN Prabumulih,” ungkapnya miris.
Tambahnya sambil tersenyum manis dihadapan para jurnalis ia mengatakan “Mati Pacak Gilo Nunggu,” ungkap Ibu Pau dengan logat palembang nya.
Terakhir, jika ada teman atau keluarga telah terjerumus narkoba. Dirinya meminta, agar melaporkan ke BNN Prabumulih agar direhabilitasi demi kebaikan.
“Datang melapor ke BNN Prabumulih, akan dilakukan rehab bagi korban pengguna narkoba,” pesan AKBP Pauziah, sambil mengungkapkan tahun ini ada 60 orang pencandu narkoba direhab di BNN Prabumulih.
Terpisah usai acara tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Prabumulih Mulwadi ketika diwawancara awak media ia mengatakan sangat menyambut baik kegiatan diselenggarakan BNN Prabumulih dalam rangka bersama untuk memerangi Narkoba.
“Kita sangat mendukung kegiatan ini, apalagi tujuannya agar para jurnalis ikut memerangi narkoba dan jangan sampai terjerumus dan terjerat,” aku pria yang akrab disapa Kemong ini.
Ia mengajak jajarannya untuk menjauhi dan jangan pernah kenal dengan Narkoba, agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba dan peredarannya.
“Kita juga mendukung, BNN mewujudkan Prabumulih Bersih dari Narkoba atau Bersinar,” tungkas Ketua PWI Prabumulih.
Diakhir kegiatan, dilakukan tes urin bagi para jurnalis ikut kegiatan BNN tersebut, dalam rangka pencegahan dan antisipasi.














