Reporter : Popy
Jambi, Mattanews.co – Kota Jambi kini sudah mempunyai transportasi baru berbentuk kapsul yaitu Koja Trans.
Transportasi berbasis online ini resmi mengaspas di jalan Kota Jambi di bulan November 2019.
Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, bus berbasis aplikasi ini diharapkan bisa menjawab permasalahan transportasi darat di Kota Jambi. Memang, saat ini baru tersedia 28 bus untuk tahap awal.
Peluncuran Koja Trans ini dilakukan pada hari Selasa (12/11/2019) di Balai Kota Jambi.
“Kepada masyarakat Kota Jambi gunakanlah bus ini. Karena aman, nyaman dan murah. Hanya Rp 5.000 jauh dekat,” katanya, Rabu (13/11/2019).
Di tahap awal, Koja Trans akan melayani dua koridor atau rute, yakni Alam Barajo-Terminal Rawasari dan Alam Barajo-Simpang Kawat.
Hingga akhir 2019 ini, akan ada 200 unit capsul bus yang akan beroperasi di seluruh kawasan Kota Jambi. Jumlah tersebut sesuai dengan perhitungan data dari analisis transportasi angkutan di Kota Jambi.
“Bentuknya lucu, di dalamnya nyaman, dan aman,” katanya.
Bentuk bus ini sendiri seperti yang merupakan karakter film animasi anak yang tokoh-tokohnya adalah bus.
Angkutan umum berbasis aplikasi online tersebut merupakan yang pertama di Indonesia.
Dengan berkapasitas 13 sampai 15 orang penumpang, capsule bus juga dilengkapi oleh berbagai fasilitas seperti AC, CCTV, Free WiFi, USB charger, bangku prioritas untuk penumpang dengan kondisi khusus dan multimedia dan GPS.
“Apalagi ini pertama kali ada di Kota Jambi, jadi bisa membuat warga penasaran dan akan berulang-ulang naik bus ini,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, jumlah bus ini akan ditambah hingga menjadi 200 unit, yang akan mengisi semua koridor yang ada di Kota Jambi.
Bus berbasis aplikasi dan sitem bayar e-money ini merupakan tuntutan zaman. Karena zaman sudah berubah, sehingga perlu penyesuaian.
Terkait dengan angkot yang masih beroperasi di Kota Jambi, Fasha menjelaskan, nantinya angkot disiapkan sebagai fider yaitu penghubung dari rumah ke halte-halte titik bus.
Pemerintah Kota Jambi juga akan memeberikan subsidi kepada angkot yang masih beroperasi.
“Seperti BBM dan lain sebagainya. Mungkin nanti nilainya tidak seberapa, tapi itu bentuk perhatian pemerintah,” ujarnya.
Editor : Nefri














