MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Joko Lasmono, mengaku cukup puas dengan capaian kontingennya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX di Malang Raya berakhir pada 5 Juli 2025 lalu.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai oleh wartawan mattanews.co usai kegiatan pembubaran kontingen secara resmi oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (1/8/2025).
“Untuk sementara, kami cukup puas. Sebenarnya kami ingin mengirim enam atlet hasil Kejurpro di Bangil, tetapi dua di antaranya belum cukup umur, sehingga akhirnya hanya empat atlet yang bisa diberangkatkan,” ujar Joko Lasmono.
Dia menambahkan dari empat karateka yang dikirim, terdiri dari tiga putri dan satu putra. Meski jumlahnya terbatas, mereka tetap menunjukkan semangat juang tinggi. Salah satunya bahkan berhasil melaju hingga babak final dan mempersembahkan medali bagi Tulungagung.
Menariknya, Joko Lasmono menegaskan bahwa pelatihan para atlet dilakukan secara mandiri di bawah koordinasi FORKI, bukan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Kita bentuk puslatkab FORKI sendiri. Biasanya itu di bawah KONI, tapi karena ada keterbatasan anggaran, kami berinisiatif untuk tetap memberikan pembinaan demi menjaga prestasi para atlet,” ujarnya.
“Dengan semangat kemandirian dan komitmen terhadap pembinaan atlet, FORKI Tulungagung berharap dapat mencetak prestasi yang lebih tinggi di ajang-ajang selanjutnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager tim Karate Tulungagung, Weppy Susetyo menuturkan bahwasanya kontingen Karate Kabupaten Tulungagung berhasil membawa pulang medali perak dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
“Medali tersebut diraih oleh atlet bernama Erlina, yang turun di kelas -51 kg kumite putri,” tuturnya.
Dia mengungkapkan bahwa pertandingan berlangsung cukup seru dan kompetitif. Meski Erlina hanya berhasil meraih perak, pencapaian ini tetap membanggakan, mengingat kondisi fisik sang atlet yang sempat mengalami cedera.
“Pertandingannya cukup ketat. Waktu semifinal Erlina mengalami dislokasi bahu, jadi saat final performanya tidak maksimal. Tapi alhamdulillah masih bisa membawa pulang medali perak,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwasanya pertandingan karate tersebut digelar di Politeknik Negeri Malang (Polinema), Kepanjen, Kabupaten Malang. Kendati belum meraih emas, pihak manajemen optimistis bisa memperbaiki pencapaian di Porprov mendatang.
“Insya Allah di Porprov berikutnya bisa dapat emas. Ini jadi bahan evaluasi kami,” terangnya.
“Dengan pencapaian ini, tim Karate Tulungagung semakin termotivasi untuk melakukan pembinaan lebih intensif, khususnya bagi atlet-atlet potensial yang diproyeksikan tampil pada ajang olahraga tingkat provinsi dan nasional di masa mendatang,” sambungnya.
Pantauan Mattanews.co di lokasi, bahwa kontingen Kabupaten Tulungagung Porprov IX Jawa Timur resmi dibubarkan oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam sebuah acara di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (1/8/2025).
Dalam kesempatan itu, para atlet peraih medali juga menerima bonus sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah daerah. Acara ini turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Ahmad Mugiyono, S.STP., M.M., Ketua KONI Tulungagung, serta perwakilan Forkopimda.














