MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG – Penyakit asam lambung merupakan salah satu penyakit yang banyak di keluhkan oleh masyarakat, baik remaja maupun orang dewasa. Meningkatnya kasus penyakit akibat asam lambung dapat dipicu oleh beberapa hal, mulai dari pola makan yang tidak teratur hingga kurang baiknya pengelolaan stres. Penyakit asam lambung bisa berkembang kian parah menjadi gerd dan menyebabkan penderitanya mengalami mual dan muntah, pusing, nyeri di bagian perut hingga rasa terbakar di bagian dada. Seperti yang dialami oleh Asma Yunita (20).
Asma mengaku dikehidupan sehari-harinya telah berusaha untuk hidup sehat. Namun di balik upaya sehat yang ia terapkan, ia juga memiliki tantangan terbesar dalam menghadapi penyakit asam lambung yang dideritanya. Asma mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bisa kambuh kapan saja, terutama saat ia lengah dalam mengatur pola makan.
“Penyakit saya ini tidak mengenal waktu, bisa kambuh kapan saja. Kalau pengidap asam lambung harus makan tepat waktu dan teratur, kalau tidak pasti langsung kumat lambungnya. Kalau lagi sakit pasti semua aktivitas terganggu, untuk beraktivitas sedikit saja rasanya tidak nyaman. Perut perih, dada panas, bahkan kadang sampai sesak. Makanya saya berusaha sebisa mungkin untuk jaga pola makan dan tidak stres,” ucap Asma, Jum’at (01/8/2025).
Asma merasa bersyukur karena saat mengalami keluhan kesehatan seperti ketika penyakit lambungnya kambuh, dirinya sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Seperti tahun lalu, Asma mengaku pernah dirawat pada salah satu rumah sakit di Kota Langsa. Selama menjalani perawatan ia tidak perlu mengkhawatirkan biaya sedikit pun karena seluruh layanan mulai dari pemeriksaan dokter, obat, hingga tindakan penunjang ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.
“Waktu dirawat tahun lalu karena asam lambung kambuh, saya memanfaatkan Program JKN dari BPJS Kesehatan. Dengan kondisi saya yang cukup lemah pada saat itu, saya merasakan proses administrasi berlangsung cepat karena status kepesertaan saya aktif. Meskipun menggunakan JKN, saya diberikan pelayanan yang baik dan tidak dibeda-bedakan sama sekali oleh petugas medisnya. Keberadaan JKN sangat terasa di hidup saya karena saat kondisi tubuh lemah dan butuh perawatan, saya nggak harus cemas soal biaya sehingga bisa lebih fokus untuk sembuh. Menurut saya, JKN bukan hanya soal fasilitas tapi bentuk kepastian dan rasa aman saat kita paling membutuhkannya,” ungkap Asma.
Berbekal pengalaman yang sudah ia rasakan, Asma mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kepesertaan JKN tetap aktif dan tidak ragu untuk memanfaatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) menggunakan Program JKN. Dengan inovasi teknologi yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan, tentu dapat membantu pesertanya untuk mengakses layanan kesehatan yang mudah, cepat dan efesien.
“Saya bersyukur sekali sudah duluan sadar pentingnya punya jaminan kesehatan. Apalagi sekarang semuanya serba praktis hanya melalui aplikasi Mobile JKN semua dapat di permudah. Seperti saat ini saya sedang menemani ibu saya untuk melakukan pemeriksaan di poli penyakit dalam, saya menggunakan fitur Antrean Online yang terdapat di apliksi tersebut sehingga kami tidak perlu datang terlalu pagi atau menunggu lama di rumah sakit. Dengan Aplikasi Mobile JKN, semua urusan jadi lebih ringan. Tinggal buka aplikasi maka semua informasi dan kebutuhan layanan kesehatan sudah tersedia,” ujar Asma.
Dengan berbagai kemudahan dan manfaat yang dirasakan, Asma berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan sejak dini. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga keaktifan kepesertaan JKN dan memanfaatkan layanan yang tersedia, termasuk berbagai inovasi yang telah dihadirkan oleh BPJS Kesehatan.














