BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHANPOLITIK

Bupati Tulungagung Dampingi Kunjungan Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Rizki Sadig di Koperasi Desa Merah Putih Boyolangu

×

Bupati Tulungagung Dampingi Kunjungan Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Rizki Sadig di Koperasi Desa Merah Putih Boyolangu

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menyampaikan sambutan hangat saat mendampingi kunjungan kerja Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN, Dr. Ir. Ahmad Rizki Sadig, M.Si., di Koperasi Desa Merah Putih, Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Selasa (5/8/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu kerap disapa menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kehadiran Ahmad Rizki Sadig yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PAN Jawa Timur.

Kehadiran anggota legislatif dari Dapil VI (Tulungagung, Blitar, Kediri) itu dinilai menjadi energi positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan koperasi dan UMKM.

“Kami merasa bangga dan terhormat, karena beliau ini adalah tokoh nasional, Ketua PAN Jawa Timur, sekaligus sahabat kami. Kehadiran beliau tentu memberikan motivasi dan dukungan nyata kepada kami di daerah,” ujar Gatut Sunu merupakan Pemilik Romo Wijoyo Group.

Gatut Sunu menambahkan ia juga menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk bersinergi dengan pemerintah pusat melalui Komisi XI DPR RI, terutama dalam mendukung program-program penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.

“Sinergi ini penting, apalagi beliau berada di Komisi XI yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan. Kami siap menyampaikan program-program daerah agar bisa mendapat dukungan dan perhatian dari pusat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gatut Sunu menjelaskan ia mengharapkan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi lokasi kunjungan dapat menjadi model pengembangan koperasi di Tulungagung dan terus mendapat pembinaan agar mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya serta berkontribusi pada ekonomi lokal.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat, memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah, serta memberi semangat baru bagi koperasi di Tulungagung untuk terus berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung, Dr. Slamet Sunarto, M.Si., mengatakan hal serupa bahwasanya pengembangan ekonomi kerakyatan menjadi komitmen pemerintah dalam mewujudkan salah satu dari delapan cita-cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun Indonesia dari desa.

“Bahwa program Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Program ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi serta menekan angka kemiskinan secara signifikan,” katanya.

“Berdasarkan data BPS, saat ini terdapat 84.276 desa di Indonesia. Dari jumlah itu, baru sekitar 10,36 persen yang memiliki produk unggulan desa. Namun dari angka tersebut, hanya 2,65 persen yang sudah berpotensi ekspor, sedangkan sisanya, sekitar 89,35 persen, masih belum,” sambungnya.

Slamet menambahkan ia juga menyoroti sejumlah kendala yang masih menghambat pengembangan ekonomi desa, antara lain persoalan permodalan, keterbatasan lapangan kerja, serta maraknya peran middle man (tengkulak) yang justru memutus mata rantai keuntungan pelaku usaha mikro di desa.

“Koperasi Desa Merah Putih menjadi solusi potensial untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan koperasi, masyarakat desa bisa mendapatkan akses pembiayaan, pelatihan, hingga pasar yang lebih adil dan terbuka,” jelasnya.