MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kekecewaan mendalam dirasakan BA, seorang perempuan yang rencananya akan menikah dengan FM pada Mei 2025 lalu. Rencana pernikahan itu kandas setelah FM membatalkannya secara sepihak. Belakangan, BA justru menemukan fakta mengejutkan, FM diduga menjalin hubungan terlarang dengan RA, seorang ASN yang sudah bersuami di Palembang, Jumat (12/9/2025).
Kasus ini mencuat setelah BA bersama warga melakukan penggerebekan terhadap FM dan RA di rumah RA yang berada di Jalan Jaya, Lorong Sikam, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang pada Selasa (9/9/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.
“Awalnya suami RA mengirim DM ke IG saya karena ada rasa kecurigaan dengan istrinya RA,” kata BA, Jumat (12/9/2025).
Merasa curiga, BA meminta bantuan temannya hingga dilakukan penggerebekan malam itu.
“Setelah digerebek RA dan FM memang berada didalam sebuah rumah dikawasan Kelurahan 16 Ulu, SU II Palembang,” tuturnya.
BA mengaku, ia benar-benar terpukul karena sebelumnya sudah menyiapkan biaya besar untuk pernikahan. Namun semua rencana hancur setelah FM ketahuan berselingkuh.
“Dari sinilah saya mencari tahu penyebab pasti keputusan sepihak tersebut karena dia berselingkuh,” tambah BA.
Menurut BA, saat penggerebekan FM bahkan keluar dari rumah dengan kondisi pakaian tidak pantas, mengenakan celana training dan baju yang terbuka di bagian tengah.
Warga yang ikut dalam penggerebekan sempat menginterogasi keduanya, dan hasilnya RA serta FM mengakui adanya hubungan terlarang.
“Kedua terlapor ini, bekerja disalah satu instansi pemerintahan dengan tempat yang sama. Saya tidak terima karena uang untuk membayar resepsi pernikahan sudah habis puluhan juta, dan dibatalkan secara sepihak,” ungkap BA.
Selain dirinya, suami sah RA yakni Nurul Yazid (35) juga melaporkan kasus ini ke SPKT Polrestabes Palembang pada Rabu (10/9/2025). Laporan polisi itu teregister dengan Nomor : STTLP/ B / 2780 / IX / 2025 / SPKT/ POLRESTABES PALEMBANG.
Melalui laporan ini, BA berharap agar kasus segera ditindaklanjuti secara tegas oleh aparat hukum.
“Saya berharap agar terlapor diberhentikan dari pekerjaannya, saya merasa sakit hati,” tandasnya.















