NUSANTARA

Niat Tambal Ban, Rumah Warga Ciamis Malah Hangus Terbakar

×

Niat Tambal Ban, Rumah Warga Ciamis Malah Hangus Terbakar

Sebarkan artikel ini

Reporter : Gian

Ciamis, Mattanews.co – Gara gara menambal ban di dalam rumah, membuat Sarde (50) hampir kehilangan rumahnya akibat terbakar.

Warga Dusun Cihideung Desa Sukasari Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar) ludes terbakar, pada Jumat (29/11/2019) siang.

Insiden ini berawal saat Sarde menambal ban di dalam rumah, yang digunakannya untuk bengkel tambal ban.

Saat menambal ban menggunakan tungku dengan bahan bakar spiritus. Tiba-tiba angin berembus cukup kencang masuk ke dalam rumah, sehingga membuat botol spritus di dekat tungku tersebut tumpah.

Camat Kecamatan Tambaksai Dadang Heriyana mengatakan, tumpahan botol spritus tersebut mengalir ke tungku. Kobaran api langsung membesar dan menyambar kain gordeng rumahnya.

“Awalnya pak Sarde sedang menambal ban, posisinya di dalam rumah. Menambal menggunakan spritus, menyambar botol spiritus, seketika api membesar. Padahal menambalnya ditunggui, ” ujarnya.

Anak pemilik rumah bernama Ato yang langsung mengambil mesin kompresor ke luar rumah, agar mesin tidak ikut terlahap api.

Akibatnya Ato mengalami keseleo di kakinya, sedangkan Sarde mengalami luka bakar di bagian kaki.

“Saat api membesar, warga berdatangan untuk membantu memadamkan api. Warga kesulitan untuk memadamkan api karena tidak ada sumber air di dekat rumah Sarde,” katanya.

Dengan menggunakan alat seadanya, apra warga bergotong royong menyiram air menggunakan ember. Akhirnya setengah jam berjibaku, api akhirnya dapat dipadamkan.

“Bagian rumah yang terbakar itu di kamar dan bagian ruang utama. Sebagian hangus, sebagian masih utuh, karena warga langsung bergotong royong,” ucapnya.

Dadang bergerak cepat bersama Babinsa Kecamatan Tambaksari, untuk meninjau lokasi rumah Sarde.

Dia juga memberikan penutup atap sementara dengan terpal, untuk mengantisipasi hujan turun.

“Sementara ini yang bisa saya bantu dengan Babinsa setempat, sebelum genting atau atapnya diperbaiki, ini kami lakukan sebagai tindakan darurat,” ungkapnya.

Editor : Nefri