BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Lubang Maut di Jalan Makarti Hantui Masyarakat Desa Miau Merah, Babinsa Silat Hilir dan Masyarakat Turun Tangan

×

Lubang Maut di Jalan Makarti Hantui Masyarakat Desa Miau Merah, Babinsa Silat Hilir dan Masyarakat Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Setiap hari ratusan warga, kendaraan pengangkut hasil kebun, hingga ambulans melintas di Jalan Makarti, Desa Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir. Tapi beberapa bulan terakhir, jalan poros satu-satunya penghubung wilayah Silat Hilir menuju Kabupaten Kapuas Hulu ini berubah jadi mimpi buruk.

Lubang menganga di mana-mana. Jika hujan turun, lubang itu berubah jadi kubangan. Jika kemarau, debu dan batu tajam mengintai. Banyak pengendara motor terpeleset, dan kendaraan roda empat sering rusak di tengah jalan.

Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Demi keselamatan dan kelancaran mobilitas warga, TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1206-11/Silat Hilir bergerak.

Komandan Rayon Militer (Danramil) Peltu Timur Edy S, mengatakan Babinsa Sertu Budiyono bersama warga Desa Miau Merah menggelar kerja bakti gotong-royong pada Sabtu (4/7/2026). Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu menimbun lubang-lubang jalan menggunakan batu.

“Sejak pagi, masyarakat mengangkut batu, ada yang meratakan, ada yang memberi minum. Tidak terlihat sekat antara aparat dan masyarakat. Yang ada hanya semangat kebersamaan, “kata Danramil.

Peltu Timur Edy S jelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang tidak bisa dipisahkan dari seorang prajurit TNI di desa.

“Kehadiran TNI di tengah masyarakat harus dirasakan manfaatnya. Jalan Makarti ini urat nadi ekonomi warga. Kalau rusak dan membahayakan, maka kami wajib hadir untuk membantu. Ini bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” tegas Peltu Timur Edy S.

Menurutnya, kerusakan jalan tidak bisa menunggu. Sambil menunggu penanganan dari pemerintah daerah, langkah cepat harus diambil agar tidak ada lagi korban.

Senada dengan Danramil, Babinsa Sertu Budiyono menyebut gotong-royong adalah jembatan komunikasi paling efektif antara TNI dan warga binaan.

“Babinsa dituntut untuk selalu bersinergi dengan pemerintahan Desa maupun warga masyarakat. Lewat kegiatan seperti ini kami bisa langsung mendengar keluhan warga, sekaligus memberikan solusi bersama,” ujar Sertu Budiyono.

Ia menambahkan, menutup lubang jalan ini bukan hanya soal fisik jalan. Tapi juga soal rasa aman. “Kami tidak ingin ada lagi warga yang celaka hanya karena melewati jalan ini,” lanjutnya.

Rabidin, salah seorang warga yang turut bergotong – royong menyambut baik aksi cepat yang dilakukan TNI ini. Ia mengaku lega karena akhirnya ada yang peduli dengan kondisi jalan mereka.

“Jalan ini sudah lama rusak. Kami bersyukur Babinsa mau turun langsung bersama kami. Semoga jalinan kerja sama yang baik selama ini akan semakin kuat dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” ucapnya.

Ia juga berharap, setelah kerja bakti ini, pemerintah kabupaten bisa segera melakukan perbaikan permanen berupa pengaspalan, agar akses ke Kapuas Hulu tidak terputus.

Ditambahkan Danramil kerja bakti di Jalan Makarti ini menjadi bukti bahwa saat negara hadir melalui tangan-tangan prajuritnya dan bahu-membahu bersama rakyat, masalah sebesar apapun bisa diselesaikan.

“Sekop yang menghantam batu hari ini, adalah simbol harapan. Harapan agar Silat Hilir tetap terhubung, ekonomi tetap berjalan, dan keselamatan warga tetap terjaga, “pungkasnya mengakhiri. (*)