MATTANEWS.CO, JAMBI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi mengambil langkah tegas dalam menjaga integritas jajarannya dengan melaksanakan pemeriksaan mendadak terhadap handphone petugas, Rabu (1/10/2025).
Pemeriksaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Jambi, Batara Hutasoit, sesaat setelah apel pagi pegawai. Satu per satu perangkat komunikasi milik petugas diperiksa secara detail, mulai dari aplikasi yang terpasang, riwayat transaksi, hingga aktivitas digital yang berpotensi terkait praktik judi online maupun penyalahgunaan teknologi lainnya.
Kalapas Jambi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk deteksi dini sekaligus pengawasan melekat agar petugas benar-benar bersih dari praktik yang dapat merusak nama baik institusi.
“Kami ingin memastikan jajaran Lapas Jambi terbebas dari praktik judi online dan kegiatan ilegal lainnya. Pemeriksaan handphone ini adalah wujud nyata komitmen kami menjaga integritas, serta dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memberantas judi online,” tegas Batara di hadapan seluruh pegawai.
Langkah ini pun mendapat sambutan positif dari jajaran internal. Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik, Yuli Wirdina, yang juga menjalani pemeriksaan, menyatakan dukungannya.
“Saya mendukung penuh langkah Kalapas. Pemeriksaan ini penting agar suasana kerja tetap sehat, profesional, dan jauh dari praktik-praktik yang bisa mencoreng integritas,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Subseksi Registrasi, Doddy Syukma. Ia menilai pemeriksaan ini bukan sekadar pengawasan, tetapi juga pengingat bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga sikap.
“Pemeriksaan terhadap perangkat saya berjalan lancar dan tidak ditemukan pelanggaran. Ini langkah positif untuk memperkuat disiplin dan menjaga nama baik institusi,” ungkap Doddy.
Batara menambahkan bahwa pemeriksaan handphone petugas tidak hanya akan dilakukan sekali, melainkan secara berkala dan berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan pengawasan berjalan konsisten sekaligus membangun budaya kerja yang bersih, disiplin, dan profesional.
“Kami ingin Lapas Jambi menjadi teladan. Tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam hal menjaga integritas. Pemeriksaan semacam ini akan terus kami lakukan secara berkesinambungan,” tutupnya.
Dengan langkah preventif tersebut, Lapas Jambi menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kredibilitas lembaga, sekaligus membangun kepercayaan publik bahwa jajaran Pemasyarakatan siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan sistem peradilan yang bersih dan berintegritas.














