MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan pemerintah, Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu terus menggencarkan perluasan area tanam jagung di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (8/10/2025).
Acara penanaman jagung serentak Kuartal IV menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Polri terhadap peningkatan produktivitas pertanian lokal serta kesejahteraan petani.
Polres Kapuas Hulu bersama kelompok tani melaksanakan penanaman jagung di lahan yang berlokasi di daerah Kedamin Darat, Kecamatan Putussibau Selatan.
Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda memaparkan, total lahan yang disiapkan untuk komoditas jagung mencapai 10 hektare.
“Yang sudah bisa kita tanam baru sekitar 1 hektare. Masih ada 9 hektare yang sudah dalam tahap pembersihan atau land clearing,” jelas AKBP Roberto kepada wartawan.
Ia menargetkan, dari 1 hektare lahan dapat menghasilkan sekitar 5 ton jagung. Dengan demikian, jika seluruh 10 hektare sudah dikelola secara maksimal, maka diperkirakan hasil panen bisa mencapai 50 ton dalam satu kali masa panen.
“Maka kami juga mendorong seluruh Polsek jajaran untuk mendukung penyerapan hasil panen ke Bulog. Target penyerapan 12 ton, dan saat ini sudah tercapai sekitar 3,8 ton. Kami optimis dalam waktu tiga bulan ke depan bisa terpenuhi,” ungkap Kapolres.
Lebih lanjut, AKBP Roberto menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani di Kedamin Darat yang telah mendukung dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dan petani akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kapuas Hulu.
“Kalau kita bisa menghasilkan 50 ton, tentu memberikan keuntungan besar bagi petani. Kami dari Polri siap mendampingi dan memotivasi petani agar terus semangat menanam jagung demi suksesnya program ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Putussibau, M. Khilnan Rianda, mengungkapkan bahwa hasil panen jagung dari petani binaan Polres Kapuas Hulu yang telah masuk ke Bulog hampir mencapai 4 ton.
“Hari ini ada tambahan sekitar 1,2 ton lagi. Kami membeli dari petani dengan harga Rp6.400 per kilogram untuk jagung basah berkadar air 14 persen, sementara kadar air 18–20 persen seharga Rp5.500 karena masih perlu dikeringkan,” jelas Khilnan.
Ia menambahkan, Bulog siap menampung seluruh hasil panen petani sepanjang pasokan tersedia.
“Memang kendala kita saat ini belum ada alat pengering. Jadi sementara pengeringan masih dilakukan di lantai jemur,” pungkasnya.
Dengan langkah nyata ini, Polres Kapuas Hulu menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan petani lokal dan optimalisasi lahan pertanian produktif.














