BERITA TERKINIHEADLINEPEMERINTAHAN

Dinas PMD OKI Dinilai Sukses Bina Desa Lewat Pendekatan Edukatif dan Terbuka

×

Dinas PMD OKI Dinilai Sukses Bina Desa Lewat Pendekatan Edukatif dan Terbuka

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Kepala desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menilai hubungan kerja dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kian harmonis. Kolaborasi yang dibangun di bawah kepemimpinan Arie Mulawarman disebut setara, terbuka, dan berorientasi pada hasil, menjadikan pembangunan desa lebih cepat dan tepat sasaran.

Hubungan hangat itu tampak dalam kunjungan kerja Bupati OKI bersama Ketua TP PKK di Desa Penyandingan, Kecamatan SP Padang, Senin (21/10). Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas PMD OKI, Arie Mulawarman, terlihat akrab berinteraksi dengan para kepala desa, berdialog santai namun tetap fokus membahas isu pembangunan dan tata kelola desa.

Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten OKI, Bambang Irawan, menyebut Dinas PMD bukan hanya sebagai pembina, tetapi juga mitra sejajar bagi pemerintah desa. “PMD dan desa itu satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pembinaan yang diberikan selalu dilakukan dengan cara yang manusiawi dan terbuka,” ujar Bambang.

Menurutnya, kehangatan yang dibangun Kadis PMD bukan sekadar basa-basi birokrasi. Pendekatan dialogis dan keterbukaan dianggap sebagai kunci terciptanya hubungan profesional tanpa jarak hierarkis yang kaku. “Hubungan ini murni didasari profesionalisme dan kemitraan, bukan kepentingan pribadi,” katanya.

Hubungan antara DPMD dan pemerintah desa di OKI dapat menjadi contoh bagaimana pendekatan kemitraan dan komunikasi yang setara dapat memperkuat pondasi pembangunan dari tingkat paling bawah.

Kepala Desa Batu Ampar, M. Syukri, menilai pendekatan yang diterapkan Dinas PMD berhasil menciptakan komunikasi efektif di lapangan. Arie disebut selalu membuka ruang diskusi bagi para kades untuk membahas kebijakan, permasalahan, maupun aspirasi.

“Beliau tidak hanya memberi instruksi, tapi juga mendengar. Itu yang membuat kami merasa dihargai sebagai mitra,” kata Syukri.

Ia menambahkan, dukungan teknis dan bimbingan yang diberikan Dinas PMD membantu desa dalam mengelola anggaran secara transparan sekaligus memperkuat kapasitas aparatur.

Sinergi semacam ini, lanjut Syukri, mencerminkan birokrasi yang sehat dan produktif.

“Ketika hubungan didasarkan pada kepercayaan dan keterbukaan, potensi konflik bisa ditekan. Pembangunan pun berjalan lebih efisien,” tandasnya.