MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Seorang warga yang sebelumnya dinyatakan hilang sejak 23 Oktober 2025 akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Selasa (4/11/2025), di wilayah Desa Sambus, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu.
Korban diketahui bernama Hasan Sami, pria berusia 67 tahun, warga Rumah Betang Kambunga RT 02 Dusun Juju Lasa, Desa Tanjung Lasa, Kecamatan Putussibau Utara.
Hasan berprofesi sebagai petani sekaligus pekebun dan telah dinyatakan hilang selama 13 hari sebelum akhirnya ditemukan.
Kapolsek Putussibau Utara, Iptu Jauhari membenarkan penemuan warga tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Hasan ditemukan oleh warga Desa Sambus, Paskalis Miat bersama istri dan anaknya ketika mereka hendak pulang dari kebun sekitar pukul 13.20 WIB.
“Mereka melihat pohon yang berguncang di tepi Sungai Sambus. Setelah dicek, ternyata seseorang sedang mengguncang pohon tersebut. Istri Sdr. Paskalis kemudian menyampaikan bahwa orang tersebut mirip dengan warga yang sedang dicari,” jelas Kapolsek.
Setelah memastikan identitasnya, Paskalis membawa Hasan ke pondok dan memberinya makan serta minum. Namun kondisi korban saat ditemukan diketahui tidak bisa berbicara.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Tanjung Lasa melalui Sdr. Matius. Kades bersama mobil ambulans desa segera menjemput korban dan membawanya ke RSUD dr. A. Diponegoro Putussibau.
Hasan tiba di rumah sakit sekitar pukul 14.45 WIB dan langsung mendapatkan pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan dokter menyatakan kondisi tensi, nadi dan detak jantung korban normal, namun ia diberikan cairan infus untuk menghindari dehidrasi.
Hingga kini pihak desa masih melakukan koordinasi dengan keluarga dan dokter terkait keputusan apakah korban akan menjalani perawatan inap atau diperbolehkan pulang.
Sebelumnya, upaya pencarian telah dilakukan secara besar-besaran oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Kabupaten Sintang, TNI, Polri, TRC Pramuka, serta masyarakat Desa Tanjung Lasa.
Bahkan hingga saat ini masih ada tim masyarakat yang berada di dalam hutan dan belum dapat dihubungi akibat minimnya sinyal.
“Kami menunggu salah satu tim mendapatkan sinyal agar dapat segera disampaikan bahwa korban telah ditemukan,” ujar Kepala Desa Tanjung Lasa melalui laporan yang diterima.














