BERITA TERKINI

RSUD dr. Karneni Campurdarat Tulungagung Optimalkan Dana Cukai Rp1,8 M untuk Perkuat Layanan Kesehatan 2025

×

RSUD dr. Karneni Campurdarat Tulungagung Optimalkan Dana Cukai Rp1,8 M untuk Perkuat Layanan Kesehatan 2025

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Upaya peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Tulungagung memasuki babak baru. RSUD dr. Karneni Campurdarat resmi mengalokasikan Rp1.895.819.300 dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025 untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) modern yang tersebar di berbagai unit pelayanan.

Langkah ini diyakini bakal mempercepat diagnosis, meningkatkan efektivitas tindakan medis, sekaligus memperluas akses layanan bagi masyarakat.

Direktur Utama RSUD dr. Karneni, dr. Rio Ardona, melalui Bagian Humas rumah sakit, Hendra Ivan Martono, dalam rilis resmi Rabu (19/11/2025) menegaskan bahwa pemanfaatan DBHCHT tahun ini diarahkan secara penuh untuk memperkuat fasilitas penunjang medis.

“Fokus kami tahun ini adalah penguatan fasilitas medis. Seluruh anggaran DBHCHT digunakan untuk pengadaan alat kesehatan yang menunjang pelayanan di berbagai instalasi,” ujar Hendra.

Rincian Pengadaan Alkes dari DBHCHT 2025

Berdasarkan data penggunaan anggaran, RSUD dr. Karneni Campurdarat mengalokasikan DBHCHT untuk berbagai sektor strategis, meliputi:

• Alat laboratorium klinik (hematology analyzer & chemistry analyzer) senilai Rp610 juta guna meningkatkan akurasi dan kecepatan pemeriksaan darah serta kimia klinik.

• Peralatan radiologi portable dan perangkat diagnostik senilai Rp420 juta, agar pasien IGD dan rawat inap dapat diperiksa tanpa harus dipindahkan.

• Instrumen sterilisasi dan perangkat tindakan bedah minor senilai Rp315 juta untuk memperkuat standar keamanan ruang operasi.

• Alat monitoring dan peralatan perawatan intensif senilai Rp280 juta demi meningkatkan keselamatan pasien selama observasi.

• Fasilitas penunjang rawat inap & IGD, termasuk oxygen central system, tempat tidur medis, dan perangkat kebersihan, dengan nilai Rp270.819.300.

Dampak Langsung Mulai Dirasakan Pasien

Hendra menegaskan, sebagian besar peralatan tersebut kini sudah beroperasi dan memberikan dampak signifikan.

“Dengan alat-alat baru ini, pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien. DBHCHT benar-benar membantu kami meningkatkan standar pelayanan,” tuturnya.

Selain mempercepat proses diagnosis, hadirnya alat-alat anyar juga meningkatkan kenyamanan pasien, memperkuat penanganan kegawatdaruratan, dan mengurangi risiko penundaan tindakan medis.

Pengawasan Ketat: Dana Harus Tepat Sasaran

Untuk menjamin penggunaan anggaran sesuai regulasi, RSUD dr. Karneni Campurdarat rutin berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Setda Tulungagung selaku sekretariat DBHCHT. Pengawasan juga diperkuat oleh Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur melalui monitoring dan evaluasi tahunan.

Harapan Berkelanjutan untuk Tahun Berikutnya

RSUD dr. Karneni berharap dukungan DBHCHT tidak berhenti pada pengadaan alkes. Ke depan, rumah sakit ingin menambah fokus pada peningkatan kapasitas tenaga medis dan program edukasi kesehatan masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah dari dana DBHCHT benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan kesehatan yang lebih baik dan mudah diakses,” tegasnya.

Dengan komitmen ini, RSUD dr. Karneni Campurdarat menegaskan diri sebagai garda depan peningkatan mutu layanan kesehatan di Tulungagung dan memastikan anggaran publik bekerja nyata untuk keselamatan warga.