MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Aksi berani meski mengalami luka tembak, Reza Pahlepi (34) seorang buruh angkut di pasar menangkap pelaku curanmor berpistol di Jalan Pangeran Antasari, Lorong Keroncongan, 14 Ilir, Ilir Timur I Palembang, Selasa (16/6/2026).
Diketahui kejadian tersebut terjadi disebuah minimarket Alfamart di Jalan Ali Gatmir, 10 ilir, IT III Palembang hari Senin, 15 Juni 2026, sekira pukul 18.45 WIB.
Saat ditemui di kediamannya di Jalan Pangeran Antasari, Lorong Ketandan, Kelurahan 14 Ilir, Palembang, Reza Pahlepi (34) mengatakan saat itu ia lagi berada di rumah lalu ada yang teriakan maling.
“Waktu itu terdengar suara warga ribut-ribut teriak, saya ikut keluar. Ternyata ada maling motor di Alfamart sana yang kabur dan dikejar sama warga,” ujar Reza, Selasa, 16 Juni 2026.
Reza menceritakan, dirinya ikut bersama warga melakukan pengejaran terhadap Ahmad Mustofa setelah pelaku masuk ke kawasan permukiman tempat tinggalnya. Saat pengejaran berlangsung hingga ke Lorong Keroncongan, warga berhasil mengepung pelaku. Di lokasi tersebut, Reza berhadapan langsung dengan pelaku dan berupaya mengamankannya.
“Lagi mau dikepung warga, tiba-tiba dia berpapasan sama saya. Waktu di Lorong Keroncongan saya bertiga, ketika saya mau mengamankan dia pelaku berontak,” jelasnya.
Menurut Reza, pelaku kemudian mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya untuk mengintimidasi. Ia berusaha merebut pistol yang berada di tangan pelaku sehingga terjadi aksi saling tarik antara keduanya.
Dalam pergumulan tersebut, pelaku melepaskan tiga kali tembakan. Salah satu peluru mengenai Reza dan menyebabkan luka gores.
“Tangan yang lagi pegang pistol saya pegang, sempat tarik menarik. Dalam posisi itu pelaku mengeluarkan tembakan tiga kali, yang pertama kena saya,” tuturnya.
Usai insiden penembakan itu, pelaku kembali berusaha melarikan diri. Warga yang terus melakukan pengejaran kembali berhadapan dengan pelaku. Saat berontak, pelaku melukai seorang warga lainnya menggunakan pisau. Selain itu, ia juga sempat melepaskan tembakan ke udara sebelum masuk ke area semak-semak.
Setelah ruang geraknya semakin terbatas karena dikepung warga, pelaku akhirnya berhasil diamankan. Namun emosi warga yang sudah memuncak membuat pelaku menjadi sasaran kemarahan massa.
“Setelah saya tertembak dan ada yang kena bacok, saya tidak tahu lagi kejadian seperti apa. Sebab saya langsung berobat ke rumah sakit,” katanya.
Reza mengaku biaya pengobatannya selama menjalani perawatan di rumah sakit ditanggung oleh Kapolrestabes Palembang. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti mengingat kondisi ekonominya yang bekerja sebagai buruh serabutan, kuli angkut, dan pengemudi ojek.
“Semalam ada pak Kapolrestabes ke rumah sakit, biayanya dia yang tanggung. Kalau saya tidak ada biaya, kerja cuma serabutan sama ngojek,” tutupnya.














