MATTANEWS.CO, CIAMIS – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis menyelenggarakan Seminar Pendidikan dan Lomba Microteaching dengan mengusung tema “Mendidik dengan Cinta dan Keteladanan”.
Tema ini diangkat sebagai respon atas maraknya kasus kekerasan dalam dunia pendidikan yang belakangan kerap mencuat di media sosial maupun pemberitaan, termasuk kasus Cimarga yang sempat ramai diperbincangkan warganet.
Melalui kegiatan ini, HMPS INU Ciamis berupaya menguatkan kembali nilai–nilai humanis dalam proses pembelajaran, sehingga guru maupun calon guru mampu menghadirkan pendidikan yang aman, beretika, dan penuh keteladanan.
Tatang Sebagai Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus pembekalan bagi para mahasiswa calon pendidik agar tidak terjerumus pada pola didik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pedagogis. “Guru adalah teladan. Karena itu, pendidikan harus lahir dari cinta, bukan kekerasan,” ujar Tatang
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu Aris Fauzin, S.E.I., M.H. sebagai penyuluh agama Islam kementrian agama kabupaten Ciamis, Ujang Imamul Muttaqin, S.Pd., M.Pd. sebagai Dosen PAI Institut Nahdatul Ulama dan Dr. H. Rahmat Hidayat sebagai pengawasan pendidikan madrasah.
Para pemateri akan membahas paradigma pendidikan modern, etika guru, pendekatan pembelajaran humanis, hingga strategi menciptakan kelas yang ramah dan berkarakter.
Melalui seminar dan lomba microteaching ini, HMPS INU Ciamis berharap bisa melahirkan calon-calon pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter lembut, bijaksana, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didiknya.














