MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Bergulirnya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen, HM, terhadap mahasiswi berinisial LF, turut ditanggapi serius oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Senin (5/1/2026).
Gubernur Mahasiswa FH UMP, Egi Mahendra, menyampaikan keprihatinan dan sikap tegasnya, atas adanya dugaan tindakan pidana pelecehan seksual yang dialami mahasiswa Fakultas Hukum UMP tersebut, oleh oknum dosen sekaligus pengacara.
“Peristiwa dugaan pelecehan tersebut terjadi di kantor oknum dosen, belakangan diketahui juga sebagai advokat, saat mahasiswi hendak mengumpulkan tugas kuliah atau ‘Makalah’. Peristiwa ini sungguh sangat mencederai nilai moral, etika akademik, serta prinsip perlindungan terhadap mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi,” paparnya.
BEM FH UMP menegaskan, dosen seharusnya memberikan perlindungan dan rasa aman kepada mahasiswa, serta menjadi teladan dalam bersikap. Selain itu, setiap dugaan pelecehan seksual harus ditangani secara serius, cepat, transparan dan berkeadilan dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban.
“Kami menghormati asas praduga tidak bersalah, namun tidak boleh juga ada pembiaran terhadap dugaan pelanggaran hukum,” ujarnya.
BEM FH UMP menuntut pimpinan kampus, Dekan Fakultas Hukum UMP untuk segera mengambil langkah, sesuai kewenangan fakultas. Selain itu, Rektor UMP pun harus cepat bertindak, membentuk mekanisme penanganan dugaan kekerasan seksual secara independen dan profesional.
“Jika dalam proses pemeriksaan terduga pelaku terbukti bersalah, kami meminta agar pimpinan fakultas dan universitas menjatuhkan sanksi tegas, sesuai peraturan perundang-undangan dan aturan internal kampus,” tegas Egi.
Selain itu, BEM FH UMP meminta pihak kampus menjamin perlindungan penuh terhadap korban, baik secara psikologis, akademik, maupun hukum, serta memastikan tidak adanya intimidasi atau tekanan dalam bentuk apa pun.
“Sikap ini bukan untuk menjatuhkan institusi, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa,” tandasnya.














