MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terus memantau dan mengantisipasi potensi gejolak harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau,menekankan pentingnya strategi 4 K (Kestabilan Harga, Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Pasokan, dan Komunikasi Efektif) untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Beberapa Langkah yang Akan Dilakukan
* 1. Mendata ketersediaan stok dan harga bahan pangan.
* 2. Melakukan pengendalian dan tindakan preventif terhadap potensi gejolak pasokan dan harga pangan.
* 3. Memantau dan mengawasi pasokan dan harga pangan secara berkala.
* 4. Melakukan kerjasama antar daerah untuk komoditas yang mengalami defisit.
* 5. Melakukan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat untuk berbelanja normal atau tidak panic buying apabila terjadi kenaikan harga.
“Kalimantan Barat telah mencatat prestasi angka inflasi rendah dan stabil sebesar 1,85% (y-on-y) pada tahun 2025, “kata Sadau saat memimpin high level meeting pengendalian inflasi daerah kabupaten Kapuas hulu di Aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Selasa (10 Febuari 2026)
Namun, lajut kata Sadau, memasuki tahun 2026, kita dihadapkan pada dinamika kompleks yang mempengaruhi stabilitas ekonomi daerah.
“Angka inflasi tahunan Januari 2026 tercatat 3,33%, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Januari 2025 (0,15%), “tuturnya.
Dikatakan Sadau, andil inflasi terbesar dari kelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,70%, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,76%.
“Serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (termasuk emas) 0,50%, “kata Sadau.
Untuk itu, Sadau meminta kepada seluruh OPD dan peserta rapat untuk menyampaikan langkah konkret mengendalikan inflasi komoditas rentan penyumbang kenaikan harga menjelang HBKN.
“Kita harus bekerja sama untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di Kapuas Hulu,” tutupnya. (*)














