MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, didampingi Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan beserta jajaran, melaksanakan kunjungan kerja spesifik Peninjauan dan Monitoring Pekerjaan Danau Selanyut, Danau Selanyut Lanjutan, Danau Jaras, Danau Sinau di Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (25/2/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Lasarus menegaskan bahwa target penyelesaian proyek pendalaman dan penataan Danau Jaras ditetapkan pada tahun 2026.
“Target kita 2026 selesai. Tapi memang masih ada pekerjaan lanjutan yang harus dilakukan,” ujar Lasarus.
Ia menjelaskan, pengerjaan saat ini menggunakan ekskavator long arm. Namun, kondisi dasar danau yang didominasi lumpur menjadi tantangan tersendiri.
“Karena pekerjaan ini pakai eksa long arm. Danau ini materialnya lumpur, jadi waktu diangkat airnya banyak naik. Kalau tanah, begitu diambil lengket di bucket ekskavator. Tapi kalau lumpur tidak mau lengket, sehingga air banyak naik,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya, setelah pengerjaan menggunakan long arm akan dilanjutkan dengan drejer atau alat penyedot lumpur.
“Drejer ini sudah ada di lokasi, sudah dicoba kemarin oleh balai rakitan. Bahkan dirakit oleh masyarakat menjadi mesin penyedot, dan hasilnya justru lebih berhasil dibanding mesin yang dikirim dari Jakarta. Artinya sudah ketemu rumusnya, tinggal kita tindak lanjuti,” ungkapnya.
Lasarus berharap danau ini dapat didalamkan secara maksimal agar daya tampung air semakin besar. Menurutnya, manfaat Danau Jaras tidak hanya sebagai pengendali banjir, tetapi juga berpotensi menjadi kawasan konservasi.
“Begitu ini didalamkan, daya tampung jauh lebih besar. Ini bukan hanya pengatas banjir, tapi juga bisa jadi daerah konservasi. Semua kolam besar Arowana di Putussibau mengambil air dari danau ini. Dulu saat kemarau kewalahan, sekarang bahkan kemarau panjang pun permukaan air hanya turun sejengkal, masih lebih dari cukup. Industri Arowana sangat terbantu,” katanya.
Kedepan, ia menilai Danau Jaras juga berpotensi menjadi sumber air bersih bagi masyarakat Putussibau melalui pembangunan intake air.
Lasarus turut menyoroti adanya hambatan di lapangan terkait lahan yang telah dipasang patok dan bersertifikat di area danau maupun bantaran sungai.
“Pembangunan fasilitas umum seharusnya tidak terhambat. Kita perlu cek status dan titik koordinatnya bersama BPN, supaya tidak merugikan masyarakat tetapi juga tidak menghalangi pembangunan untuk kepentingan umum,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi V DPR RI terhadap pembangunan Danau Jaras.
“Kami merasakan langsung manfaatnya. Beberapa tahun terakhir Putussibau tidak pernah banjir besar lagi. Kalau pun air datang, surutnya cepat karena air masuk ke danau ini,” ujar Fransiskus.
Ia menambahkan, ke depan pemerintah daerah siap mendukung penyelesaian berbagai hambatan agar proyek ini tuntas dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, termasuk potensi pengembangan perikanan air tawar melalui restocking bibit ikan untuk nelayan setempat. (*)














