MATTANEWS.CO, JAMBI – Update harga pangan Kota Jambi hari ini, Selasa (3/3/2026), menunjukkan kondisi relatif stabil dengan fluktuasi tipis pada sejumlah komoditas hortikultura.
Berdasarkan laporan harian Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, mayoritas harga sembako di Kota Jambi tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan 2 Maret 2026.
Harga beras di Kota Jambi terpantau tidak berubah. Beras umum bertahan di Rp14.950 per kilogram. Beras kualitas bawah I tetap Rp13.000 per kilogram dan kualitas bawah II Rp12.150 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas medium I berada di Rp16.250 per kilogram, medium II Rp15.000 per kilogram, super I Rp16.650 per kilogram, dan super II Rp16.500 per kilogram.
Stabilitas harga beras ini menjadi indikator penting dalam menjaga inflasi pangan daerah tetap terkendali.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar tetap Rp37.250 per kilogram. Daging sapi kualitas 1 bertahan di Rp145.000 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar juga stabil di Rp27.000 per kilogram.
Perubahan harga terjadi pada komoditas cabai. Cabai rawit merah turun dari Rp80.000 menjadi Rp78.750 per kilogram. Cabai rawit secara umum turun menjadi Rp60.750 per kilogram.
Sementara cabai rawit hijau naik tipis dari Rp42.500 menjadi Rp42.750 per kilogram. Cabai merah besar naik Rp500 menjadi Rp28.000 per kilogram, dan cabai merah keriting turun tipis menjadi Rp28.000 per kilogram.
Fluktuasi ini masih tergolong wajar dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
Harga bawang merah ukuran sedang tetap Rp34.500 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang bertahan di Rp31.500 per kilogram.
Minyak goreng curah berada di Rp19.000 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerk 1 tercatat Rp22.250 per kilogram dan kemasan bermerk 2 Rp20.150 per kilogram.
Gula pasir premium tetap Rp18.400 per kilogram dan gula pasir lokal Rp18.000 per kilogram.
Secara umum, harga sembako Kota Jambi periode 2–3 Maret 2026 menunjukkan tren stabil dengan fluktuasi kecil pada komoditas cabai. Kondisi ini mencerminkan pasokan dan distribusi pangan yang relatif terkendali di tingkat pasar.














