MATTANEWS.CO, JAMBI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan program ZCorner Kampung Ramadan di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, Senin (2/3/2026). Program ini menjadi langkah konkret pemberdayaan ekonomi mustahik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus memperluas akses pemasaran produk mereka selama bulan suci Ramadan.
Peresmian ZCorner dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bersama jajaran pimpinan BAZNAS RI, serta dihadiri Gubernur Jambi Al Haris dan Wali Kota Jambi Maulana, unsur Forkopimda, serta pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kota Jambi.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad menegaskan bahwa ZCorner merupakan bagian dari strategi besar pemberdayaan ekonomi umat yang dijalankan BAZNAS secara berkelanjutan.
“Konsepnya sederhana. Di tempat yang ramai ada potensi. ZCorner menghadirkan pusat usaha di lokasi strategis sehingga mempertemukan masyarakat yang membutuhkan pemberdayaan dengan masyarakat yang membutuhkan produk berkualitas dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan, harga produk di ZCorner bersifat kompetitif dan bahkan bisa lebih murah. Tidak hanya sebagai pusat kuliner halal, ZCorner juga menjadi ruang wisata keluarga sekaligus sarana dakwah zakat.
Secara nasional, program ZCorner Kampung Ramadan digelar serentak di 12 titik yang tersebar di 8 provinsi dan 12 kabupaten/kota di Indonesia. Program ini mengusung konsep foodcourt Pusat Kuliner Halal yang dikelola langsung oleh mustahik binaan BAZNAS.
Khusus di Kota Jambi, ZCorner diisi oleh 15 stan kuliner yang seluruhnya dikelola mustahik UMKM binaan. Setiap tenant menyajikan jenis makanan berbeda sehingga tidak terjadi persaingan langsung, melainkan saling melengkapi kebutuhan pengunjung.
Berdasarkan data tiga bulan terakhir, total akumulasi omzet ZCorner Kota Jambi mencapai Rp350.953.132. Omzet tertinggi dalam periode tersebut mencapai Rp63.593.000, dengan rata-rata sekitar Rp21.197.667 per bulan yang diraih oleh outlet ZCoffee. Sementara itu, rata-rata pendapatan per tenant mencapai Rp7.798.958 per bulan.
Menurut Kiai Noor, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik.
“Ini manfaatnya besar sekali. Tempat wisata, kuliner, dan juga dakwah zakat karena memperlihatkan bahwa zakat itu nyata bisa memberdayakan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap ZCorner di Kota Jambi dapat terus dijaga, dikembangkan, dan direplikasi di daerah lain. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Kota Jambi atas dukungan terhadap program pemberdayaan tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Jambi atas hadirnya ZCorner yang dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi mustahik.
“Alhamdulillah, 15 mustahik yang berjualan di sini merasakan manfaatnya. Bahkan saya mendapat laporan bahwa secara nasional omzet ZCorner di Kota Jambi termasuk yang terbesar. Ini tentu membanggakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, lokasi ZCorner yang berada di kawasan strategis dekat kampus dan perkantoran turut mendorong peningkatan omzet. Kawasan tersebut kini berkembang menjadi ruang aktivitas masyarakat, mulai dari majelis taklim, pertunjukan seni, hingga kegiatan santri.
Ke depan, Pemerintah Kota Jambi membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan BAZNAS untuk memperluas pemberdayaan mustahik, termasuk pengembangan pusat ekonomi baru pasca-Ramadan agar pelaku UMKM tetap memiliki ruang usaha yang berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar semakin banyak mustahik yang bisa diberdayakan,” pungkasnya.














