BERITA TERKINI

Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026, 561 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik di Pekalongan

×

Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026, 561 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik di Pekalongan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PEMALANG (JAWA TENGAH) – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Polres Pekalongan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, TNI dan berbagai stakeholder menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Mandurorejo, Kajen, pada Kamis (12/03/2026) sore tersebut menjadi tanda dimulainya pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Sukirman. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak koordinasi lintas sektoral guna memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman, tertib, dan nyaman.

“Ini merupakan tindak lanjut dari berbagai rapat koordinasi sebelumnya. Kita mensolidkan barisan TNI, Polri serta seluruh stakeholder untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sesuai anjuran Kementerian Dalam Negeri, kepala daerah juga akan siaga selama 13 hari ke depan tanpa meninggalkan wilayah provinsi,” ujar Sukirman.

Selain pengamanan, Pemkab Pekalongan juga menaruh perhatian pada kesiapan infrastruktur jalan yang akan dilalui para pemudik.

“Untuk jalan yang mengalami kerusakan, kami targetkan paling lambat H-3 Lebaran sudah selesai diperbaiki, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi warga maupun pemudik yang melintas,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Rachmad C. Yusuf menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 561 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait akan diterjunkan untuk menjaga keamanan selama periode mudik dan balik Lebaran.

“Kami menyiapkan tiga titik utama pengamanan, yakni Pos Pelayanan di Rest Area 338A Tol untuk arus mudik, serta dua Pos Pengamanan di kawasan IBC Wiradesa dan Kedungwuni yang berada di jalur arteri,” jelasnya.

Menurut Kapolres, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026. Untuk itu, seluruh personel telah disiapkan guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas maupun potensi gangguan keamanan.

Selain pengamanan lalu lintas, Polres Pekalongan juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi selama masa mudik. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

“Pasukan khusus bersama BPBD dan Basarnas juga telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat cuaca ekstrem, baik di jalur tol maupun jalur Pantura,” ujar Kapolres.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Polres Pekalongan juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang akan mudik.

“Kami mengimbau warga yang meninggalkan rumah saat mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman dan terkunci. Bagi yang ingin menitipkan kendaraan, Polres maupun Polsek jajaran siap menerima penitipan kendaraan sehingga masyarakat dapat mudik dengan tenang,” tambahnya.

Dalam rangka menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik, mulai 13 Maret 2026 kendaraan berat atau truk dengan sumbu tiga ke atas akan dibatasi melintas di jalur tol maupun Pantura.

Namun demikian, pembatasan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut bahan bakar minyak milik Pertamina serta kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami akan melakukan pengawasan ketat di jalur tol dan Pantura. Imbauan juga telah disampaikan kepada para penyedia jasa angkutan agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran bersama,” pungkas Kapolres.