MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di masa Angkutan Lebaran ini, KAI Divre III Palembang menambah petugas prasarana ekstra diluar tenaga reguler, yakni sebanyak 138 Petugas Penjaga Jalan Lintas (PJL) ekstra, 38 Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra dan 33 Petugas Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus).
Selain itu, KAI Divre III Palembang juga menempatkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) berupa batu balast, bantalan, rel, pasir dan lain sebagainya yang tersebar di 25 titik dari Kertapati sampai Lubuk Linggau.
Dari sisi persinyalan kereta api, tenaga Sintelis KAI Divre III Palembang juga telah melakukan perawatan dan checklist ekstra serta menyiapkan ketersediaan suku cadang dan alat kerja.
Untuk langkah peningkatan keamanan dan ketertiban (kamtib), KAI Divre III Palembang telah melakukan koordinasi kewilayahan dengan aparat setempat dan menerjunkan total 415 personel pengamanan dari unsur internal dan eksternal perusahaan, dengan rincian 65 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), 322 tenaga Security, 7 personel Babin Polsuska, 22 personel TNI/Polri, 20 personel PAM Swakarsa dan 9 personel tambahan bantuan keamanan.
Ratusan petugas pengamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, serta melaksanakan patroli mobile sepanjang lintas jalur KA yang rawan tindak kejahatan.
“Kereta api sebagai moda transportasi publik berkomitmen menjadikan keselamatan sebagai fokus utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Dengan semangat melayani, kami akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan KA untuk mewujudkan Mudik Tenang Menyenangkan,” papar Executive Vice President PT KAI Divre III Palembang, Januri, didampingi Manager Humas, Aida Suryanti, saat diwawancarai wartawan.
Januri menegaskan, keselamatan dan keamanan kereta api menjadi prioritas utama.
“KAI Divre III Palembang terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap titik yang memiliki potensi rawan bencana, proaktif dalam penyelesaian potensi bahaya, memastikan ketersediaan dan keandalan dari seluruh perangkat penanganan kondisi darurat, serta meningkatkan penjagaan di perlintasan sebidang dengan berkoordinasi aktif serta mengoptimalkan seluruh stakeholders termasuk masyarakat sekitar,” urainya.
KAI Divre III Palembang bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan juga telah melakukan Ramp Check atau pemeriksaan kelayakan sarana lokomotif dan kereta untuk memastikan kereta api siap operasi.
Untuk mendukung pelaksanaan angkutan lebaran tahun 2026 ini, KAI Divre III Palembang menyiapkan 65 unit lokomotif yang terdiri dari 7 lokomotif CC 201, 30 lokomotif CC 204, 28 lokomotif CC 206 dan 44 kereta.
“Dari sisi fasilitas pelayanan, KAI Divre III Palembang menyiapkan tenaga kebersihan, untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan baik di area stasiun yang meliputi ruang tunggu penumpang, toilet dan mushola serta di atas kereta,” terangnya.
KAI Divre III Palembang juga menyediakan fasilitas drinking water station di Stasiun Kertapati, untuk kebutuhan air minum pelanggan yang bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan botol minum (tumbler) dan mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai, sehingga diharapkan dapat mencapai target net zero emission (NZE).
“Fasilitas drinking water station ini menjadi salah satu langkah strategis KAI dalam mendukung transformasi ekosistem transportasi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi para pelanggan,” tutur Januri.
Pada Angkutan Lebaran 2026 ini, KAI Divre III Palembang secara total menyediakan 65.560 tempat duduk atau rata – rata perhari 2.980 tempat duduk untuk 3 kereta yang beroperasi di Divre III Palembang, 2 KA PSO yakni KA Bukit Serelo relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP), dan KA Rajabasa relasi Kertapati – Tanjungkarang (PP), serta KA Komersial Sindang Marga relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP).
Berdasarkan pantauan penjualan tiket KA Angkutan Lebaran 2026 sampai dengan hari Kamis (12/3/2025) telah terjual sebanyak 65.615 tiket untuk KA Bukit Serelo Kertapati – Lubuk Linggau (PP), KA Sindang Marga relasi Lubuk Linggau (PP) dan KA Rajabasa relasi Kertapati – Tanjungkarang. Sedangkan untuk KA Rajabasa relasi Tanjungkarang – Kertapati tiket terjual mencapai 25.653, total keseluruhan mencapai 91.628 tiket terjual.
“Pencapaian prosentase tersebut dikarenakan adanya penumpang yang membeli tiket parsial atau tiket perjalanan kereta api yang tidak sampai stasiun tujuan akhir, sehingga dimungkinkan dalam 1 tempat duduk terdapat lebih dari 1 penumpang dengan relasi perjalanan yang berbeda,” ungkap Januri.
Dari jumlah tersebut, mayoritas pemesanan dilakukan untuk jadwal keberangkatan pada tanggal favorit yaitu pada H-3 dan H-2 Lebaran atau tanggal 18 dan 19 Maret 2026 dengan tingkat okupansi volume penumpang mencapai 117% Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring penjualan tiket KA masih berlangsung.
“KAI Divre III Palembang berkomitmen untuk terus meningkatkan inovasi dan pelayanan kepada para pelanggan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan untuk mewujudkan perjalanan Mudik yang tenang dan menyenangkan,” tukas Januri.














